Beritahati.com, YOGYAKARTA - Rifan Mustofa korban tsunami Selat Sunda yang sempat dirawat di RSUD Pandeglang Banten selama 11 hari akhirnya meninggal dunia. Kini jenazah Rifan Mustofa anak dari pasangan suami istri Sukiyo (61) dan Wartini (55) warga Dusun Klagaran, Desa Gadingsari, Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta sudah dibawah ke rumah duka dari RSUD Pandeglang.

Rifan yang meninggal pada Kamis 3 Januari 2018 di RSUD akan dimakamkan di pemakaman umum dusun setempat pada Jumat 4 Januari 2019 pukul 14.00 WIB.

Sukiyo (61) ayah dari Rifan mengatakan putranya baru saja bekerja di Tangerang sekitar tiga bulan dan sebelumnya bekerja di sebuah pabrik yang ada di Bekasi, Jawa Barat.

 

"Jadi saat kejadian itu anak saya baru saja masuk pabrik di Tangerang sekitar tiga bulan yang lalu,"ujarnya ditemui di rumah duka.

 

Menurutnya almarhum tergolong pemuda yang banyak pendiamnya meski temannya cukup banyak baik di pabrik maupun di kampung. "Memang anak saya itu pendiam sehingga ketika dirawat di RSUD Pandeglang juga banyak diamnya dari pada bicara,"ucapnya.

 

Sebelum pindah ke pabrik baru di Tangerang, Rifan kata Sukiyo pernah melanjutkan pendidikan selama dua tahun di daerah Bekasi.

 

"Nah karena dapat pendidikan lebih tinggi ingin mencari pabrik yang memberi gaji lebih baik sehingga pindah ke pabrik di Tangerang,"ucapnya.

 

Lebih lanjut Sukiyo mengatakan saat libur panjang Natal dan Tahun Baru putranya tidak berencana pulang kampung namun akan berwisata dengan teman satu pabriknya ke Tanjung Lesung. "Anak saya bersama dengan teman pabriknya menggunakan dua bus menuju Tanjung Lesung,"ucapnya.

Namun Tuhan berkendak lain, saat sedang duduk santai di depan Vila, ngobrol serti ngopi dengan temannya bencana tsunami melanda kawasan Tanjung Lesung.

 

"Sudah dirawat dan kondisinya membaik namun Tuhan berkehendak lain. Saya iklas,"ucapnya.