Beritahati.com, Jakarta - Budaya atau adat istiadat merupakan ciri khas dari suatu daerah. Setiap daerah pastinya memiliki adat istiadat yang berbeda-beda. Karena dari adat istiadat yang di miliki suatu daerah dapat menjadikan karakteristik dan keunikan dari daerah tersebut.


Boyolali merupakan kota yang begitu banyak penduduknya, terpecah menjadi 19 kecamatan.


Salah satunya kecamatan Ampel yang terpecah menjadi beberapa keluarahan salah satunya yaitu keluarahan Gladagsari. Adat istiadat yang dimiliki Kelurahan Gladagsari yaitu Sadranan, Kenduri Apem, Kenduri memperingati hari-hari bersejarah atau peristiwa tertentu dan merti desa.


Merti Desa merupakan suatu tradisi turun temurun dari nenek moyang dulu dan semakin di lestarikan di zaman sekarang ini. Setiap tahunnya Kelurahan Gladagsari selalu mengelar tradisi Merti yang sering disebut sebagai Kirab Budaya Gladagsari.


Merti Desa atau Kirab Budaya ini di ikuti oleh seluruh warga di Kelurahan Gladagsari. Berbagai ciri khas dari masing-masing Desa selalu disajikan dari Gunungan yang berisi hasil panen seperti sayur mayur atau buah-buahan bahkan ada Kupu-Kupu Raksasa dan parade kostum.


Tidak hanya itu setiap Desa juga wajib mengeluarkan Hiburan masing-masing seperti Drum Band, Tarian, Paskibra, Reog, Sepeda Santai, gerakan Ibu-Ibu PKK, Qosidahan, Topeng Ireng.


Semua aktivitas yang dilakukan warga tidak akan sia-sia karena dari perangkat desa selalu mempersiapkan berbagai katagori piagam untuk pemengan sajian dari masing-masing Desa.


Dalam tradisi Merti Desa ini sedakah Bumi menjadi ciri khas dari setiap ritual yang dilaksanakan. Di akir acara gunungan yang berisi buah-buahan, sayuran atau makanan tersebut dapat dibagikan kepada semua warga di Kelurahan Gladagsari.