Beritahati.com, Jakarta - Kanker merupakan penyakit berbahaya dan paling ditakuti oleh semua orang. Bahkan banyak orang menilai penyakit tersebut sulit diobati dan berujung kematian. Pengobatan bagi para penderita kanker juga dapat dikatakan cukup sulit ditemukan dan membuat pasien sepenuhnya sembuh.


Rupanya ada yang berhasil menemukan obat bagi penderita kanker yaitu kaum muslimah. Tiga ilmuwan Muslimah yang berasal dari Mesir meraih penghargaan tertinggi Loreal – UNESCO dalam kategori Women in Science Award 2018.


Menurut salah satu wanita pemenang penghargaan Women in Science Award 2018, Marwa Balaha, ia berusaha keras menemukan obat pencegah kanker karena ayahnya telah meninggal dunia karena kanker.


Tujuan awal penelitiannya agar bisa menyelamatkan lebih banyak nyawa yang sangat berharga dan memberikan kesempatan kedua bagi para penderita kanker. Untuk itu, ia kemudian bergabung dengan Fakultas Farmasi di Universitas Tanta di Mesir.


Berprestasi di bidang Desain Farmasi dan Kimia Farmasi


Dengan keunggulan akademis di bidang Desain Farmasi dan Kimia Farmasi, Marwa Balaha dapat menggunakan kelebihannya ini untuk merancang, menganalisa dan mengevaluasi senyawa baru sebagai agen pemicu penyakit kanker paru – paru. Bersama timnya, Marwa Balaha melakukan studi docking molekuler untuk menjelaskan perbedaan dalam interaksi pengikatan senyawa yang telah disintesis pada level molekuler.


Sederhananya, Marwa Balaha mencoba untuk meneliti apa hubungan antara studi yang dilakukannya dengan respon obat anti kanker paru – paru. Saat ini, Marwa Balaha bekerja di sebuah proyek yang didedikasikan untuk desain dan sintesis obat anti – kanker bekerja sama dengan laboratorium kimia obat di Italia.


Perincian Obat-obatan



Sementara itu, wanita lain yang turut dianugerahi penghargaan Loreal – UNESCO adalah Dr. Noha Mostafa Ahmed. Wanita yang menjadi analis kimia dan farmasi serta asisten dosen di Fakultas Farmasi Assiut University, Mesir ini telah lama berkecimpung di bidang farmasi.


Berdasarkan kebutuhan analisis kimia farmasi dan penerapannya untuk mengendalikan berbagai penyakit yang mempengaruhi lingkungan serta biologi, Dr. Noha Mostafa Ahmed berfokus pada pengembangan metode analisis yang inovatif dan terbukti bisa mengidentifikasi beberapa obat.


Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan cara analisa baru yang lebih sederhana, efektif serta ekonomis.


Kerusakan genetik


Yang terakhir atau pemenang ketiga adalah Dr. Amira El-Yazbi. Wanita berhijab yang berotak cemerlang ini bekerja sebagai peneliti di Kimia Analitik Farmasi dan Asisten Profesor di Fakultas Farmasi, Universitas Alexandria di Mesir.


Proyek penelitian El Yazbi berfokus pada "deteksi kerusakan DNA, yang mengarah ke mutasi dan menyebabkan penyebab kanker maupun berbagai penyakit lainnya.


Karena metode yang ada saat ini untuk mendeteksi kerusakan DNA masih sangat mahal, banyak jenis obat, kosmetik dan nutraceuticals yang tidak mendapatkan metode yang tepat dari efek kerusakan DNA.


Nah, lewat penelitiannya, Dr. Amira El-Yazbi bertujuan untuk menghasilkan sebuah metode yang memiliki hasil tinggi tetapi biayanya murah untuk memeriksa kerusakan DNA oleh berbagai produk obat dan kosmetik. Biaya yang murah dan cara yang sederhana tentunya akan sangat memungkinkan penggunaan dalam perusahaan obat atau kosmetik skala besar dari berbagai produk di seluruh dunia.