Beritahati.com, Jakarta - Siti Nurmaya (26) atau karib disapa Mbak Maya, sudah lebih kurang 5 (lima) bulan belakangan ini menekuni Seni Lukis Henna. Menurutnya, awalnya memang ada kemampuan sedikit, punya intuisi dalam melukis, kemudian iseng-iseng mencoba Henna dan jatuh hati.


"Aku baru menekuni Seni Lukis Tangan Henna ini lima bulan terakhir. Awalnya saya ke Sarinah ini saat Car Free Day (CFD) dan bertemu komunitas Henna, kemudian berbaur untuk belajar lebih banyak. Dan tiba-tiba mereka sudah tidak ada lagi, entah pindah atau bagaimana. Disitulah saya berpikir, ini waktunya mengembangkan diri. Lalu saya coba sendiri," ungkap Maya kepada Beritahati, Minggu (6/1/2019).


Karena saat itu baru mencoba, Maya hanya berani melukis Henna untuk anak-anak, dengan mematok honor Rp 5 ribu per orang.


"Iya, melukis tangan bocah-bocah dulu. Satu orang ditarik goceng (Rp 5 ribu), dan lama kelamaan muncul keinginan mencoba yang lebih menantang, yakni selain bocah, ya remaja dan orang dewasa sekaligus," sambung Maya.


Untuk itu, sesuai rumus dagang, melebarkan sayap usaha harus dibarengi tambah modal. Maya langsung membeli tinta Henna dalam satu paket berisi belasan cone (tempat tinta). Mengenai bahan tinta Henna, Maya tidak tahu, akan tetapi dirinya hanya menduga itu sudah dari pabriknya dibuat menarik beragam warna.



"Tinta apa saya gak tahu, mungkin sudah diracik begitu dari pabriknya," sambungnya.


Dengan modal tinta lebih banyak, serta kemampuan Maya dalam menggambar dan merias pengantin, ia memberanikan diri membuka Lapak Seni Lukis Henna untuk segala usia di arena Car Free Day (CFD) Thamrin, Jakarta, tepat di depan Pusat Perbelanjaan Sarinah untuk Hari Minggu. Sedangkan Sabtu, ia buka di kawasan wisata Kotu (Kota Tua). Untuk banderol tarif juga Maya langsung tancap gas, tetap dari Rp 5 ribu, Rp 10 ribu, Rp 20 ribu, Rp 35 ribu, sampai Rp 40 ribu.


"Dari satu cone tinta Henna seharga antara Rp 5-20 ribu, saya bisa dapat penghasilan kotor Rp 150 ribu. Dan itu aku bisa nge-Henna antara 30-60 tangan, mau bocah, remaja, sampai dewasa. Bahkan kalau di Kotu bisa Rp 200 ribu saya dapat. Waktu kerja saya juga per hari (Sabtu dan Minggu) cuma empat jam. Jadi impian saya tuh jadi kenyataan ya, punya usaha modal dikit hasil gede, hahaha," ujar Maya yang nampak senang dengan kerja kerasnya selama ini.


Motif-motif Henna milik maya juga diambil sebagian besar dari bunga. Kenapa pilih bunga? Ternyata tak ada arti istimewa, hanya karena bunga adalah sebuah keindahan yang amat disukai Maya. Dan dari suka, imajinasinya bisa lebih menerawang jauh dalam melukis Henna.


Dan diujung wawancara, Maya sempat mempromosikan sedikit, bahwa ia melayani pula panggilan lukis Henna untuk pengantin. Tarifnya juga bersaing, hanya Rp 250 ribu per satu kali panggilan lukis Henna, dengan mutu yang tidak kalah dibanding yang harga ratusan ribu bahkan jutaan rupiah.


Tinta Henna milik Maya bisa bertahan selama satu pekan, tidak luntur walau seorang wanita mencuci baju atau membersihkan rumah sekalipun. Dan saat mulai pudar, tinta Henna tersebut akan mengelupas pelan-pelan sampai akhirnya hilang selamanya dari kulit.


"Paket penganten di aku cuma Rp 250 ribu, tapi mutu dan nilai artistiknya bisa diadu. Buktikan sendiri ya, telepon aja ke 089675008657," kata Maya.


Satu yang menarik dari Maya atau Mbak Maya adalah, walaupun sehari-hari ia bekerja sebagai karyawan swasta, namun masih berusaha mencari tambahan dengan mengeksploitasi semua kemampuan yang ada padanya. Karena suka menggambar dan rias pengantin, ia pun memilih untuk mendalami Seni Lukis Henna. Walau secara otodidak, tapi hasilnya halal dan cukup untuk tambahan penghasilan demi menghidupi keluarga di rumah.


Siti Nurmaya, si pelukis Henna pinggir Sarinah, semoga menjadi inspirasi buat perempuan Indonesia lainnya.



Video : Yurike/Beritahati


Naskah : Miechell/Beritahati