Beritahati.com, Jakarta - Pergerakan rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) semakin agresif, hingga menguat, dan membuktikan perkataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) beberapa waktu silam. Hingga tadi siang, seperti dilansir Reuters, Senin (7/1/2019), rupiah berada di posisi Rp 13.990 terhadap 1 dollar AS, setelah sebelumnya berada di posisi Rp 14.265 per 1 dollar AS. Dalam waktu setengah hari, rupiah menguat 275 poin. Luar Biasa !


Jauh sebelum hari ini, Presiden Jokowi sudah memprediksi, kemudian diperkuat pula oleh otoritas Bank Indonesia (BI) pada 3 Desember 2018 yang lalu, bahwa mata uang dolar AS akan terus melemah terhadap rupiah.


Pada waktu itu, fundamental perekonomian Indonesia membaik dengan inflasi terjaga pada 3,2 persen diiringi pertumbuhan ekonomi kuartal III sebesar 5,17 persen. Dengan membaiknya ekonomi Indonesia secara fundamental, melecut sentimen ekonomi positif kepada investor luar negeri untuk kembali menanamkan modalnya kembali melalui Pasar Modal Indonesia.


"Saya mendapat informasi, arus modal sudah kembali masuk, masuk, masuk lagi. Jangan kaget jika sutu saat dolar AS bisa turun terus, tidak tahu sampai berapa. Tapi harapannya jangan sampai drastis karena Indonesia masih membutuhkannya guna menjaga persaingan di sektor ekspor produk dalam negeri," ucap Jokowi dalam CEO Network di The Ritz-Carlton, Jalan Sudirman, Jakarta, Senin (3/12/2018) silam.


Benar saja, selama Desember 2018, rupiah dan dolar AS seolah fight memperebutkan posisi number one. dari posisi Rp 15.231 pada 31 Oktober 2018, awal Desember 2018 rupiah trerus bertarung hingga mampu menghantam dolar AS ke posisi Rp 14.600.


Awal 2019, rupiah terus menghajar dolar AS dan menguat sejak 3 Januari 2019. Hingga pada 4 Januari 2019, rupiah ditutup pada posisi Rp 14.185 per 1 dolar AS.


Dan perkataan Presiden Jokowi pada 1 Desember 2018 akhirnya menjadi kenyataan, bukan katanya, bukan laporan fiktif, bukan hoax, bukan omongan kosong, karena rupiah akhirnya berhsil mengunci dolar AS di posisi Rp 13.990 per siang hari ini, Senin, 7 Desember 2019.