Beritahati.com, JAKARTA - Punya impian berenang bareng ubur-ubur? Di sinilah tempatnya! Jumlahnya pun gak tanggung-tanggung, ada jutaan ubur-ubur yang berumah di sini. Inilah yang membuat Kakaban menjadi danau paling istimewa di dunia. Nah, jika sedang berlibur ke kepulauan Derawan, kamu wajib memasukkan danau Kakaban ke list destinasimu ya.

 

Danau dengan kedalaman 11-17 meter ini terletak di pulau Kakaban bagian selatan. Kamu bisa menempuhnya dari Pulau Maratua dengan speedboat. Dulunya hanya ada 10 ubur-ubur yang hidup di tempat ini, tetapi kini jumlahnya mencapai jutaan. Memiliki luas 774 hektare, menjadikan Kakaban sebagai danau air payau terbesar di dunia.

 

Begitu sampai di pulau Kakaban, kamu bakal menemukan dermaga kayu panjang. Berjalan menyusuri dermaga kayu, kamu akan disambut gapura kayu bertuliskan "Welcome to Kakaban Island".

 

Setelah itu, ada gapura kedua yang sekaligus jadi tempat loket tiket. Tak ada harga yang dipatok untuk tiket masuk. Kamu bisa membayar biaya sukarela untuk dana perawatan kebersihan area danau.


Sebelum masuk lebih jauh lagi, kamu harus membaca peraturan untuk para wisatawan terlebih dahulu yang ada di area gerbang masuk.  Ada beberapa pantangan yang harus diperhatikan para pengunjung. Peraturan ini dibuat untuk melindungi ekosistem danau. Pengunjung dilarang melompat secara langsung ke danau, serta tidak diperbolehkan menggunakan kaki katak karena bisa membunuh ubur-ubur.

 

Hindari pula penggunaan sunblock supaya tidak mencemari air danau, dan tentunya larangan membuang sampah sembarangan. Perjalanan pun berlanjut. Dari pos loket, kamu harus berjalan kaki sejauh 100 meter untuk mencapai danau. Meski membelah hutan, medannya cukup mudah kok.

 

Sudah ada jembatan dan tangga kayu yang langsung terhubung ke dermaga pinggir danau. Terdapat gazebo dan juga kamar kecil yang bisa digunakan untuk membilas tubuh. Danau luas ini dikelilingi rimbunan pohon-pohon. Di bagian pinggir, kamu bakal langsung bisa melihat ubur-ubur yang berwarna kecokelatan. Biasanya ubur-ubur di sini sedang berkembang biak.

 

Nah, untuk masuk ke dalam danau, gunakan tangga kayu yang ada di tiga sisi dermaga. Pastikan kamu masuk ke air secara hati-hati ya, supaya tidak melukai hewan laut ini. Begitu masuk ke dalam air, kamu bakal langsung disambut ribuan ubur-ubur yang berenang mengelilingi. Gak perlu panik dan berenang secara heboh, karena gerakan tubuhmu yang tiba-tiba bisa menyakiti mereka. Berenanglah dengan tenang dan nyaman.

 

Ada dua macam ubur-ubur yang bisa ditemui. Yakni ubur-ubur berwarna putih transparan dan berukuran lebar. Satu lainnya, ubur-ubur berwarna orange kecokelatan. Yang paling kecil berukuran sebesar kacang pilus, sedangkan yang paling besar bisa berukuran dua telapak tangan orang dewasa.

 

Kamu bisa menyentuhnya, tapi jangan mengangkat ubur-ubur ke atas permukaan air karena bisa membunuhnya. Penasaran seperti apa tekstur tubuhnya? Binatang laut yang tak bertulang belakang ini bertekstur kenyal mirip jelly dan terasa sedikit berlendir setelah menyentuhnya.

 


Meski sudah ada larangan untuk tidak membuang sampah sembarangan, tapi sayangnya masih banyak sampah botol air mineral yang menggunung di pinggir danau. Seharusnya para wisatawan yang datang lebih bertanggungjawab dan sadar pentingnya menjaga kelestarian alam. Siapa lagi yang harus menjaga alam kalau bukan kita?

 

Apakah ada dari kalian yang pernah berkunjung ke danau Kakaban? Buat kalian yang akan pergi ke sana, jadilah wisatawan yang bertanggungjawab dan patuhi setiap peraturan ya! Happy holiday.