Beritahati.com, JAKARTA - Banyak orang di dunia ini yang memiliki fobia yang gak masuk akal, salah satunya adalah ablutofobia. Ablutofobia adalah fobia yang membuat orang takut mandi. Namanya juga fobia, orang yang mengidap gejala ini gak bisa mengontrol dirinya saat berhadapan dalam situasi yang membuatnya perlu mandi. Berikut penjelasannya.

 

1. Sebanyak 7-9 persen orang dewasa di Amerika memiliki fobia spesifik, seperti ablutofobia

Dilansir dari The American Psychiatric Association, sekitar 7–9 persen orang dewasa di Amerika Serikat memiliki fobia spesifik, salah satunya ablutofobia. Masih banyak lagi fobia spesifik yang dialami oleh orang dewasa, seperti yang paling sering adalah fobia akan laba-laba atau arachnofobia.

 

Dilansir dari Anxiety Disorders Association of British Columbia, anak-anak dengan usia antara 7-11 tahun rentan akan fobia spesifik seperti ablutofobia ini. Sementara, fobia spesifik seperti ini lebih sering dialami oleh wanita daripada pria. Adapun, jumlahnya 16 persen remaja dan 5 persen anak-anak.

 

2. Orang yang mengidap fobia spesifik tahu bahwa ketakutan mereka gak masuk akal, namun mereka gak bisa mengendalikannya

Orang yang mengidap fobia spesifik seperti ini tahu mereka mengalami ketakutan yang gak masuk akal, namun mereka gak bisa menahan dan mengatasinya. Sebenarnya, mereka pun berusaha dengan keras untuk keluar dari ketakutan tersebut.

Tentu saja, fobia seperti ini punya dampak negatif dalam menjadi kehidupan sehari-hari. Untuk mengatasinya, pengidap ablutofobia perlu berkonsultasi pada ahli untuk mengendalikan ketakutan mereka sehingga bisa menjalani kehidupan seperti biasa.


3. Ablutofobia adalah fobia yang membuat seseorang merasa takut secara gak masuk akal untuk mandi dan mencuci

Kita sendiri juga tahu bahwa mandi adalah rutinitas yang penting dari segi medis maupun sosial. Bagi sebagian orang, kegiatan mandi bisa jadi menyenangkan, namun untuk pengidap ablutofobia justru sebaliknya. Dilansir dari The Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mandi, keramas, cuci muka dan cuci tangan secara teratur adalah cara terbaik untuk mencegah penyebaran penyakit, seperti diare kronis dan terjangkit kutu.

 

Menurut Medical News Today, orang Amerika cenderung sering mandi. Sebanyak 66 persen mandi minimal sehari sekali dan sekitar 7 persen mandi seminggu sekali atau kurang. Namun, tentu saja mereka bisa melakukannya karena iklim mereka yang berbeda dengan Indonesia. Orang Indonesia dengan iklim tropis biasanya mandi sebanyak dua kali sehari.

 

4. Gejala ablutofobia bisa beragam, mulai dari pusing hingga sesak napas!

 

Gejala ablutofobia sangat berbeda dari perilaku anak rewel yang gak mau mandi. Pada umumnya, gejala ablutofobia yang paling umum adalah rasa takut. Ketakutan ini pun bisa berlangsung lama, bisa lebih dari 6 bulan!

Selain rasa takut, ablutofobia pun memiliki gejala fisik, seperti deg-degan, sulit bernafas, lemas, pusing, suhu tubuh panas-dingin, sesak napas, gemetar hebat, berkeringat dan mulut kering. Para pengidap ablutofobia takut jika mandi mereka akan hilang kendali, pingsan bahkan meninggal dunia.

 

5. Adapun, ablutofobia bisa menyebabkan seseorang mengisolasi diri dan merasa rendah diri

Lebih parah lagi, seorang dengan ablutofobia bisa terjerumus dengan ketergantungan alkohol dan obat terlarang. Biasanya penyebab orang mengalami ablutofobia adalah masalah pekerjaan dan pendidikan hingga mereka merasa depresi dan terisolasi secara sosial. Anak-anak  berisiko lebih besar untuk ditindas atau dirundung oleh teman sebayanya , terutama saat mereka beranjak remaja.

 

Jika kamu atau orang terdekatmu mengalaminya dan merasa itu sudah sangat mengganggu aktivitas sehari-hari, ada baiknya berkonsultasi pada psikolog. Para pengidap ablutofobia akan difasilitasi untuk mengontrol emosi mereka. Jika diperlukan akan ada pengobatan dan terapi yang akan membuat pengidap ablutofobia merasa lebih baik. Salam sehat jiwa raga!