Beritahati.com, Sukabumi - Pada saat meninjau desa yang tertimpa longsor 31 Desember 2018 lalu, Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo menilai masyarakat yang tinggal di wilayah dengan kemiringan 30 derajat tersebut perlu memperhatikan tanaman apa yang harus ditanam. Saat ini, warga setempat banyak menanam sayuran dan padi.


Oleh karena itu, bersamaan dengan kunjungan di kawasan longsor tersebut, Doni dan para komunitas menanam 10.000 bibit vetifer untuk jangka pendek, yang bisa membantu untuk mengurangi risiko bencana longsor. Selain 10.000 bibit tersebut, BNPB juga menanam 2.500 bibit pohon campuran, seperti tanaman buah dan tanaman keras yang endemik di Jawa Barat. Tanaman buah tadi seperti alpukat dan sukun, sedangkan tanaman keras berupa rasamala, manii, dan kidamar.


Aksi tanam bibit ini sebagai contoh konkret kepedulian terhadap alam sekitar, dengan harapan banyak masyarakat sadar.


“Karena kalau tidak diberikan sebuah pemahaman, maka risiko terjadi bencana akan semakin besar," terang Doni kepada wartawan di lokasi, Jumat (11/1/2019).


Doni menekankan pihaknya untuk lebih giat, ulet dan massif untuk mengajak semua komponen dalam pengurangan risiko bencana. Kepala BNPB yang didampingi sejumlah ahli kebumian menyampaikan bahwa semua harus ikut berperan untuk merawat alam, sehingga akan berbalik alam juga merawat manusia.


Sehubungan dengan penunjukkannya sebagai Kepala BNPB, Doni mendapatkan perintah dari Presiden Joko Widodo untuk melakukan penanggulangan bencana secara terintegrasi. Tadi malam (10/1), BNPB mengajak beberapa lembaga untuk menekankan pada informasi yang diberikan oleh para pakar, seperti di bidang vulkanologi, geologi, seismik, dan tsunami.


“Para pakar inilah yang harus kita ikuti. Pakar ini ibaratnya sebuah tim intelijen jadi ketika menghadapi ancaman, informasi intelijen itu sangat penting. Program-program yang berhubungan dengan masyarakat berorientasi pada informasi dari para pakar. Kalau kita tidak mengikuti hasil riset dan temuan mereka yang semakin akurat maka kita akan salah,” papar Doni.