Beritahati.com, Sumenep - PT Energi Mineral Langgeng (EML) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur sangat mengapresiasi inisiatif masyarakat yang mengkampanyekan kesadaran terhadap pelestarian lingkungan. Salah satunya seperti kegiatan yang sering dilakukan oleh Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) ‘Reng Paseser’ di daerah setempat.


Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) perusahaan minyak dan gas (Migas) yang beroperasi di Desa Tanjung, Kecamatan Saronggi, terus memberikan dukungan untuk mewujudkan pelestarian lingkungan dalam bentuk bantuan fasilitas edukasi kepada Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) tersebut. Sehingga kelestarian lingkungan di daerah ujung timur Pulau garam ini terjaga dengan baik.

 

“Kami sangat mengapresiasi semangat dan dedikasi para pemuda yang tergabung dalam Pokmaswas Reng Paseser. Sebab apa yang telah dilakukan oleh kelompok ini dalam dua tahun terakhir sangat mengesankan,” kata Nur Hidayat, Public Relation Coordinator PT Energi Mineral Langgeng (EML),hari ini Sabtu (12/1/2019).

 

Hidayat mengaku, dukungan yang diberikan memang msih terbatas, mengingat saat ini PT EML statusnya masih dalam tahap eksplorasi, namun ia akan tetap berusaha memberikan kontribusi positif terhadap inisiatif-inisiatif dan kearifan lokal semacam itu. Sebab, kelestarian lingkungan adalah tanggung jawab bersama yang harus dilakukan dalam waktu jangka panjang.

 

“Kalau dari sisi usia, Pokmaswas Reng Paseser memang belum genap tiga tahun berdiri, alias masih batita. Tapi, kiprah lembaga yang dimotori sekelompok anak muda dari Kecamatan Saronggi Kabupaten Sumenep ini telah jauh melampaui usianya,” jelasnya.

 

Embrio kelompok yang bergerak dalam pendidikan dan pengawasan bidang kelautan dan perikanan ini baru muncul akhir 2016. Berdasarkan tekad dan kesungguhannya, pada 21 Februari 2017, kelompok yang dimotori oleh beberapa pemuda dari Desa Tanjung, Desa Kebundadap Timur dan Desa Pagarbatu ini mendapatkan pengukuhan dari Dinas Perikanan Kabupaten Sumenep. Setelah itu, kelompok yang dikomandani oleh Maskur Riyanto ini segera tancap gas.

 

Kegiatan yang diikuti pertama kali adalah pelatihan diving yang diselenggarakan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur. Bertempat di wilayah perairan Pasir Putih. Pelatihan yang digelar pada 11 April 2017 itu diikuti oleh seluruh Pokmaswas yang ada di Jawa Timur.

 

“Alhamdulillah, saat ini saya dan satu orang anggota Pokmaswas sudah memiliki sertifikat diving," kata Maskur.

 

Setelah memiliki sertifikat diving, dia dan timnya kemudian menimba ilmu manajemen ekowisata pada saat itu di Pulau Gili Labak yang dikenal sebagai surga yang tersembunyi di Kabupaten Sumenep, dan kebetulan sedang gencar-gencarnya dipromosikan oleh pemerintah daerah setempat.

 

Berbekal keterampilan diving dan pengetahuan dasar manajemen ekowisata itu, Maskur dan kawan-kawannya juga berkecimpung sebagai pemandu wisata ke Pulau Gili Labak. Karena pelabuhan Desa Tanjung berdekatan dengan sentra aktivitas kelompok ini adalah salah satu akses yang paling diminati wisatawan yang hendak menyeberang ke Pulau Gili Labak.

 

“Hampir tiap akhir pekan, kami mendampingi tamu yang ingin menikmati indahnya wisata Pulau Gili Labak,” ujarnya.

 

Dalam kesempatan itu juga dimanfaatkan oleh timnya untuk memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan laut. Alhasil akhir tahun 2018 mereka mendapatkan dukungan dalam bentuk bantuan kaos dan peralatan untuk kampanye edukasi lingkungan dari Perusahaan Wakil Pengasuh Pesantren Tebuireng KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) yang mendapatkan amanat untuk mengelola wilayah kerja South East Madura Block ENC-02 di Desa Tanjung Kecamatan Saronggi Kabupaten Sumenep.

 

Selama dua tahun, Pokmaswas itu terus berusaha meningkatkan kapasitas lembaga dan pengurusnya, karena mereka tidak segan-segan mengikuti berbagai pelatihan atau studi terkait bidang yang digeluti.  Kelompok ini cukup aktif memanfaatkan media sosial untuk mengkampanyekan gagasan dan aktivitasnya. Sedikitnya ada empat platform media sosial yang digunakan, yakni Facebook, Twitter, Instagram dan Youtube Channel, dan semua akunnya sama yaitu @rengpaseser.

 

Bahkan kedepan mereka juga berencana mengembangkan destinasi wisata hutan mangrove di wilayahnya, karena terdapat potensi hutan mangrove sekitar 6,2 hektare yang bisa dikembangkan sebagai destinasi wisata baru. Sejak awal mmereka mulai merintis dengan merehabilitasi hutan mangrove di Desa Kebundadap Timur yang difasilitasi dukungan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur.