Beritahati.com, Jakarta - Pulau San Clemente berada di sisi paling selatan kepulauan Channel, California, Amerika Serikat (AS). Pulau ini merupakan salah satu penghubung menuju pasifik yang dimiliki serta dikelola oleh Angkatan laut AS. Pulau ini juga menjadi salah satu tempat latihan perang Angkatan Laut AS, hingga Navy Seal.


Akan tetapi, dibalik dentuman meriam dan lengkingan senjata laras panjang setiap harinya, ada komunitas kecil yang selalu mengamati para prajurit tersebut, yakni Rubah San Clemente, hewan bertubuh mini asal Pulau San Clemente yang menjadi spesies golongan rubah terkecil di dunia.


Tanpa disadari, sejak 15 tahun yang lalu, populasi Rubah tersebut sudah terancam. Dan Para ilmuwan sampai relawan memperingatkan Angkatan Laut Amerika Serikat, jika populasi Rubah endemik pulau tersebut terus merosot, US Navy harus angkat kaki dari pulau tersebut, alias tidak bisa dijadikan tempat latihan perang lagi.


Setelah cukup lama tarik ulur, akhirnya Angkatan Laut AS melunak. Dan hingga saat ini, US Navy mengucurkan USD 7 Juta per tahun untuk program perlindungan satwa endemik San Clemente tersebut.


Sekarang, di pulau tersebut sudah dibangun markas para ilmuwan dan peneliti yang bertugas memantau perkembangan populasi Rubah mini, yang terpantau mulai mengalami kenaikan cukup signifikan. Rubah Mini San Clemente sekarang hidup berdampingan dengan para Marinir AS. Hewan-hewan tersebut sekarang bisa dijumpai berkeliaran aman dekat barak prajurit, bahkan para Marinir AS tak segan-segan merawat Rubah yang dianggap kena penyakit.


Dalam tatanan ini, Angkatan Laut Amerika Serikat dianggap berhasil merangkul dan menyelamatkan 'tetangga' liar mereka, Rubah Mini San Clemente dari ancaman kepunahan.


Berikut video yang dirangkum Tim Penelitian Alam Liar BBC Earth, lalu diunggah melalui akun YouTube official mereka, BBC Earth pada 10 Januari 2018 :