Beritahati.com, Yogyakarta - Pemerintah Kota Yogyakarta bertekad meminimalkan kelemahan yang pernah terjadi pada pengaturan zonasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2018 yang lalu.

 

Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, Selasa mengatakan PPDB tahun lalu,  Pemkot Yogyakarta menetapkan zonasi berdasar jarak antara RW (Rukun Warga) tempat tinggal calon siswa dengan SMP yang hendak dituju.

 

Ia mengatakan, saat ini Pemkot Yogyakarta masih melakukan kajian-kajian berkait kelemahan PPDB tahun lalu.


“Berbagai kelemahan pengaturan zonasi pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun lalu sebisa mungkin harus bisa diatasi tahun ini,” katanya, Selasa kemarin.


Dikatakan, penerapan zonasi berdasarkan jarak RW ke sekolah tersebut ternyata masih memiliki berbagai kelemahan di antaranya munculnya “blank spot” yang kemudian banyak dikeluhkan masyarakat. “Blank spot” tersebut ditengarai muncul akibat tidak meratanya persebaran SMP di Kota Yogyakarta. SMP negeri di Kota Yogyakarta lebih banyak berada di bagian utara dibanding bagian selatan.


Dikatakan, dalam penerimaan siswa baru tahun lalu, juga ditemukan kelemahan yang terkait dengan akomodasi bagi siswa yang berasal dari keluarga miskin.  “Ini juga akan kami perbaiki,” ujarnya.

 

Wawali menambahkan, selain siswa baru yang berasal dari sekolah-sekolah di Yogyakarta, juga perlu diperhitungkan calon siswa yang berasal dari daerah lain.


“Tahun lalu sekitar 5.000an yang masuk ke Kota Yogyakarta,” katanya.


Dia menjelaskan, jika tahun lalu hanya anak yang akan masuk ke SMP yang dimutasi sebagai warga Kota Yogyakarta, untuk tahun 2019 ini dimungkinkan mutasi satu keluarga yang memiliki anak akan masuk SMP. Mutasi semacam ini, ujar Heroe, untuk memenuhi ketentuan bahwa calon siswa berasal dari Kota Yogyakarta, minimal telah tinggal di Yogyakarta selama satu tahun dari masa sebelum PPDB dilaksanakan.


Sementara mendasarkan pada Peraturan Mendikbud no.51/2018, PPDB  menggunakan tiga jalur, jalur zonasi, jalur prestasi dan jalur kepindahan tugas orang tuanya dari daerah lain.


“Jalur zonasi ini memenuhi 90 persen siswa baru, sedang dua jalur lainnya masing-masing lima persen,” katanya.


Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, Budi Anshori menambahkan, proses PPDB Kota Yogyakarta akan dilaksanakan bulan Mei mendatang.


“Kami akan secepatnya menyelesaikan aturan terkait penerimaan peserta didik baru sehingga bisa segera disosialisasikan ke masyarakat,” ungkapnya.


Menurut Budi, kajian yang akan dilakukan terkait dengan Peraturan Mendikbud no.51/2018 itu dimaksudkan agar proses PPDB itu sesuai dengan peraturan yang  diberlakukan dan sejalan pula dengan aspirasi masyarakat.


Pengaturan zonasi itu, lanjutnya juga akan memperhatikan persebaran SMP di Kota Yogyakarta yang tidak merata.


 “Lebih banyak di sisi utara Kota Yogyakarta,” katanya