Beritahati.com, Yogyakarta - Pasca ditangkapnya dua pedagang daging oplosan yaitu daging sapi dioplos dengan daging babi di pasar tradisional di Kabupaten Gunungkidul oleh aparat kepolisian Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul meningkatkan sidak ke pasar-pasar tradisional. Selain itu, Dinas juga akan memberikan sosialisasi bedakan daging sapi dan babi.



"Sebenarnya kita sudah sering lakukan sidak ke Pasar-pasar untuk sampling daging dan sebagainya. Bulan Desember (2018) kita ambil sampel daging di Pasar Playen dan setelah dites positif (Mengandung babi bercampur daging sapi)," ujar Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul, Astuti Adiati, Kamis (24/1/19).

Dari temuan tersebut pedagang yang kedapatan menjual daging oplosan langsung ditegur secara lisan. Hal itu sesuai standard operating procedure (SOP), dan apabila mengulangi lagi akan ditegur secara tertulis, bahkan jika meresahkan masyarakat akan langsung diserahkan kepada pihak yang berwajib.

"Yang di Playen itu (Endang) sudah kita peringatkan tapi masih mengulangi lagi, dan ditambah ada aduan masyarakat. Ya sudah, kami bersama polisi akhirnya ke lokasi dan itu tadi (Menguji daging yang dijual dan setelah positif babi diamankan ke Polres Gunungkidul)," ucapnya.

Disinggung mengenai adanya syarat khusus menjual daging babi di Kabupaten Gunungkidul, Astuti menyebut tidak ada syarat khusus. Namun, apabila pedagang hendak menjual daging babi harus dipisahkan dan diberi keterangan pada lapaknya.

"Di Gunungkidul belum ada tempat yang khusus jual daging babi, tapi kalau mau jual (Daging) babi tidak ada syarat (Khusus), hanya tempatnya harus dipisah (Daging sapi dan daging babi saat dijual)," katanya.

Ditambahkan Astuti, untuk daging sapi dan babi yang sudah dicampur memang sulit untuk dibedakan. Bahkan harus dilakukan tes di laboratorium untuk mengetahui kandungan dalam daging tersebut. Hal itu dikarenakan pedagang mencampurkan darah sapi ke daging babi agar baunya seperti daging sapi.

"Memang kalau sudah dicampur itu sulit yang bedakan, tapi kalau dagingnya disendirikan bisa dibedakan. Jadi gini, yang membedakannya dari serat, kalau (Daging) sapi itu seratnya lebih besar dan tebal, kalau (Daging) babi seratnya lembut mirip daging ayam," ujarnya.

Sedangkan untuk kikil, pembeli dapat membedakannya dari titik-titik di kikil tersebut. Apabila terdapat titik-titik pada kikil itu berarti kikil babi.