Beritahati.com, Jolo Island - Dua bom meledak secara bergiliran di sebuah Gereja Jolo Katedral, Provinsi Sulu, Mindanao, Filipina Selatan, Minggu (27/1/2019), sekitar pukul 08:45am waktu setempat.


Ledakan menewaskan sedikitnya 17 orang, dari unsur jemaat hingga Militer Filipina yang sedang mengamankan jalannya ibadah, serta 46 lainnya luka-luka.


Seperti dilansir 9news, juru bicara Angkatan Bersenjata Filipina, Edgard Arevalo mengatakan, bom meledak saat semua pihak sedang khidmat mengikuti ibadah pagi. Ledakan pertama menyasar kepada jemaat Gereja, dan yang kedua memang ditujukan kepada petugas militer Filipina dan kepolisian setempat.


Sementara itu, Menteri Pertahanan Filipina, Delfin Lorenzana, memastikan telah menerjunkan tim untuk melakukan pengamanan dan menetralisir ancaman lanjutan.


"Saya telah mengarahkan pasukan untuk meningkatkan tingkat siaga, mengamankan semua tempat ibadah dan tempat-tempat umum sekaligus, serta mengambil langkah-langkah pengamanan proaktif untuk menggagalkan rencana serangan selanjutnya," ungkap Lorenzana seperti dikutip dari AP, Minggu (27/1/2019).


Serangan di Jolo Island ini sepertinya memang sudah diduga sebelumnya, karena provinsi ini memang selalu mengalami kekerasan setelah kehadiran kelompok militan Abu Sayyaf yang sengaja datang ke Jolo Island untuk membuat kekacauan dengan menggembosi isu-isu agama diikuti penculikan dan pembunuhan terhadap etnis serta pemeluk agama tertentu.