Beritahati.com, Jakarta - Kelelawar, banyak ditemui di kota-kota besar Amerika Serikat maupun Eropa, terutama sekitar danau dan taman-taman hijau pinggir kota. Habitat mereka banyak tergeser seiring pesatnya pertumbuhan penduduk dan pembukaan wilayah pemukiman baru. Tak jarang pula, bukan tergeser lagi, akan tetapi habitat kelelawar hilang karena modernisasi.


Hal ini memicu kelompok penyelamat hewan alam liar untuk turun tangan ke pinggiran kota-kota besar untuk menyelamatkan serta melindungi habitat dan sekaligus kelangsungan hidup kelelawar.


Karena pemanasan global, teriknya matahari kadang menembus pepohonan rimbun hingga menyebabkan kelelawar jatuh dari atas pohon dan cidera. Kelompok penyelamat fauna inilah yang akan merawat mereka hingga sembuh dan bisa terbang kembali.


Satu hal yang cukup menarik dari kelelawar adalah, sering dikeluhkan menebar bau tak sedap. Akan tetapi, sebenarnya, hewan-hewan liar ini juga punya cara mandi tersendiri. Setelah menggantung sekian lama di pepohonan, kelelawar akan terbang ke atas permukaan air dan menggesekkan sepanjang perutnya hingga basah kuyup, lalu kembali ke atas pohon.


Dan di atas pohon itulah, menggunakan air danau yang masih membasahi perutnya, kelelawar akan mandi dengan cara menjilati perut hingga bagian tubuh lainnya.


Berikut bagaimana sepak terjang kelompok penyelamat hewan alam liar dalam menyelamatkan habitat kelelawar di kota-kota besar, yang diunggah akun YouTube BBC Earth pada 26 Januari 2019. Pada prinsipnya, mereka ingin ada keseimbangan antara modernisasi dengan kelangsungan hidup alam liar.