Beritahati.com, Pamekasan - Pemerintah Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur akan memberi pembinaan bagi peternak tentang perawatan sapi bunting. Meskipun keberadaan anggaran sangat minim, program tersebut akan dijalankan secara maksimal.


Kepala Seksi Kesehatan Masyarakat Veteriner, Dinas Ketahanan Pangan Dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Pamekasan, Lilik mengatakan bahwa memang sebelumnya tidak ada anggaran untuk program Sigap 100. Tetapi karena hal itu ada banyak manfaat, maka dianggarkan walaupun masih
minim.


Program Sigap 100 Berjalan sejak tahun 2015, tapi anggarannya belum ada. Sejak tahun 2016, 2017, 2018, sampai tahun 2019 ini sudah ada anggaran, tapi minim, jelasnya, Selasa (05/02/2019).


Lilik mengaku, program Sigap 100 sudah dianggarkan oleh pemerintah, dan alhasil sasarannya sudah menurun. Sebab, yang sudah menjadi pembinaan akseptor, dianjurkan mengajak pada peternak sapi yang lain untuk memperhatikan.


Tentang pembinaan dan sosialisasi intinya peduli terhadap peternak. Khusus pada perawatan sapi bunting, ujarnya.


Saat ini para peternak merawat sapi bunting sudah hampir sama. Sehingga kedepan peternak dapat merawat sapi bunting dengan baik, guna meminimalisir angka kematian sapi bunting di daerah ini.