Beritahati.com, Jakarta - Mengenai adanya beberapa musisi atau seniman yang melakukan penolakan terhadap Rancangan Undang Undang (RUU) Permusikan, Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo merasa sangat prihatin dan meminta semuanya diselesaikan dengan kepala dingin.


Penolakan muncul terhadap RUU Permusikan Pasal 5 dan 50 yang diklaim dapat membatasi kebebasan berkarya, Pasal 33 dan 34 tentang permasalahan sertifikasi profesi musisi diklaim akan menciptakan hierarki di kalangan musisi serta penikmat musik, Pasal 18 tentang konsumsi musik yang harus memiliki izin usaha dan lisensi, Pasal 19 yang mengharuskan musisi Indonesia mendampingi artis mancanegara saat menggelar konser, serta Pasal 42 yang juga mewajibkan hotel, restoran, dan tempat hiburan lainnya untuk memainkan musik tradisional.


"Saya mendorong pihak-pihak yang menolak terhadap RUU Permusikan agar melakukan dialog secara intens baik kepada penggagas atau ke Komisi X DPR RI, agar bisa didapat kesepahaman dalam penyusunan draf RUU Permusikan di dalam Daftar Inventarisasi Masalah (DIM)," terang Bamsoet melalui rilis resminya, Senin (4/2/2019).


Bamsoet juga mendorong Komisi X DPR RI untuk secara terbuka dan transparan dalam menerima masukan materi RUU Permusikan dari semua pihak khususnya musisi, agar nantinya RUU Permusikan dapat menampung kepentingan dari kelompok musisi dan stakeholder terkait di bidang permusikan.


"Saya juga mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya pekerja seni, untuk dapat berpartisipasi dengan memberikan masukan terhadap materi RUU Permusikan, agar pembahasan RUU Permusikan sesuai dengan yang diinginkan masyarakat pekerja seni musik Indonesia," tandas Bamsoet.