Beritahati.com, Sleman - Pihak UGM kabarnya sudah mengirim surat perdamaian antara (AL) mahasiswi Fisipol UGM korban perkosaan (HS) mahasiswa UGM Fakultas Teknik UGM, dimana penandatanganan surat perdamaian itu berlangsung pada Senin (4/2/2019) kemarin.


Direskrimum Polda DI Yogyakarta, Kombes Pol Hadi Utomo menyatakan, hingga saat ini penyidik belum menerima surat seperti yang telah marak diberitakan.


"Belum ada surat perdamaian antara korban dan pelaku dari UGM yang sampai ke tangan penyidik," kata Hadi di Mapolda DI Yogyakarta, Rabu (6/2/2019).


Hadi mengatakan, meski ada surat perdamaian antara korban dan diduga pelaku yang dikirim pihak UGM, hal tersebut tak mempengaruhi proses penyelesaian secara pidana oleh penyidik.


"Surat itu hanya menguatkan bahwa antara korban dan terduga pelaku tidak ada lagi perkara. Namun bagi polisi, perkara pidananya terus jalan," ungkapnya.


Menurut Hadi, penyidik Polda DI Yogyakarta sendiri justru menerima surat dari LPSK yang siap memberikan perlindungan kepada korban. Namun demikian jika ada surat perdamaian apakah perlindungan akan diberikan atau tidak hanya LPSK yang tahu.


"Jadi silakan konfirmasi kepada LPSK saja ya," ungkapnya.


Dirinya juga mengatakan, pihak pelapor kasus dugaan pemerkosaan yang menimpa mahasiswi Fisipol UGM hingga saat ini juga belum mencabut laporannya.


"Pelapor juga sampai saat ini belum mencabut laporannya," ungkapnya.‎