Beritahati.com, Jakarta - Dalam konstelasi politik 2019 ini memang sangat menarik untuk dibahas dan dikaji, tentu saja dengan perbedaan antara pemilu tahun ini dan pemilu sebelumnya. Dalam keputusannya, Mahkamah Konstitusi menyetujui pelaksana pemilu serentak melalui putusan MK Nomor 14/PUU-XI/2013, bahwa pengadaan Pemilu Legislatif dan Presiden yang terpisah bertentangan dengan UUD 1945.


Dalam putusan UU yang tertuang dalam Pasal 222 Nomor 7 Tahun 2017 tentang pemilihan umum disebutkan bahwa partai politik atau gabungan partai politik harus mengantongi 20 persen kursi DPR atau 25 persen suara sah nasional untuk bisa mengusung pasangan Calon Presiden – Wakil Presiden dalam Pilpres.


Bahkan, bukan hanya dalam putusan ambang batas Presidential threshold, pemilihan Perwakilan Rakyat (DPR RI) pun ada aturan ambang batas bagi wakil dari partai politik dapat memduduki kursi senayan.


Dalam putusan UU 7/2017, dimuat bahwa ambang batas pileg 2019-2024 sebesar 4 persen. Ini berbeda dengan ambang batas parlementer threshold sebelumnya, dalam UU 10/2008, dimana jumlah ambang batas parlemen sebesar 2,5 persen suara sah nasional, lalu bertambah menjadi 3,5 persen dalam UU 8/2012.


Tentu saja, dengan ambang batas sebesar 4 persen suara sah nasional tersebut bukan jumlah kecil untuk dapat memperolehnya. Banyak partai politik yang turut serta dalam pemilu 2019 terlebih partai-partai baru, tidak lolos ke senayan karena putusan ambang batas yang cukup besar itu. Disisi lain, pernyataan terancamnya partai-partai yang lain tersebut dimuat juga dalam hasil survei yang digelar Charta politica dan LSI Denny JA.


Hasil Survei LSI Denny JA dan Charta Politica


Dari hasil survei akuntabel yang dilaksanakan Charta Politica dan LSI Dennya JA, telah dirilis partai-partai politik yang dapat lolos dengan memperoleh ambang batas 4 persen, yaitu :
1. PDIP
2. Gerindra
3. Partai Golkar
4. PKB
5. Nasdem


Dan terdapat partai politik yang sedang berjuang untuk memperoleh ambang batas tersebut, antara lain :
1. Partai Demokrat
2. PPP
3. PKS


Kemudian partai politik yang lain dipastikan tidak memperoleh ambang batas 4 persen dan pastinya tidak akan memperoleh kursi di senayan.


Narasumber : Ilwan F Nehe