Beritahati, Makassar - Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang mengguyur kota Makassar, Sulawesi Selatan sejak Sabtu kemarin. Belum ada laporan dampak bencana, namun Balai Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi hujan lebat di Makassar akan terjadi selama dua hari ke depan.


“Masih berpotensi hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang di wilayah Makassar, Maros, Pangkep, Barru, Gowa, dan dapat meluas ke wilayah Bone, Sinjai, dan Bulukumba,” kata Prakirawan BMKG Wilayah IV Makassar Siswanto, Minggu, 10 Februari 2019.


Menurut prakiraan BMKG, hujan akan turun di kota Makassar sepanjang waktu, antara Minggu (10/2) hingga Senin (11/2) pagi. Namun umumnya intensitas hujan cenderung ringan, terutama pada senin hingga petang. Pada malam hari diprediksi hujan lokal, yang berpotensi meningkat jadi hujan sedang menjelang pagi hari.


Dalam kurun waktu tersebut, suhu di kota Makassar berkisar 23-30 derajat celcius, dengan kelembaban udara 75-100 persen. Masyarakat diimbau agar tetap waspada, khususnya bagi yang beraktivitas di luar ruangan.


Menurut pantauan sejak pagi hingga siang, hujan yang turun di Makassar belum menimbulkan genangan di jalan maupun kawasan permukiman. Sejauh ini belum ada laporan adanya banjir, seperti yang terjadi di sebagian wilayah kota pada medio Januari lalu.


Bendungan Bili-bili Masih Normal


Saat hujan turun, debit dan tinggi muka air di Bendungan Bili-bili, Kabupaten Gowa jadi salah satu perhatian masyarakat. Sebab jika hampir mencapai batas maksimum, maka diharuskan pembukaan penuh pintu air yang bisa berdampak banjir hingga ke Makassar.


Laporan terakhir, pada Sabtu (9/2) pukul 15.50 Wita, tinggi muka air Bili-bili pada tingkat +98,21 meter di atas permukaan laut. Debit berkisar 239,62 juta meter kubik, dengan aliran air masuk 144,99 meter kubik per detik.


“Statusnya di bawah normal. Sehingga bukaan pintu hanya 1 meter,” kata Teuku Iskandar, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang Teuku Iskandar belum lama ini.