Beritahati.com, Jakarta - Gaya hidup diduga kadang kala membuat semakin meningkatnya penderita berat badan berlebih dan obesitas. Hal ini ditengarai juga menyebabkan peningkatan angka kejadian penyakit diabetes dan gout.


Gout merupakan suatu radang sendi yang disebabkan oleh berlebihannya kadar asam urat di dalam darah. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya nyeri hebat mendadak, pembengkakan dan kemerahan pada sendi.


Artritis gout paling sering mengenai sendi ibu jari kaki, akan tetapi juga dapat mengenai sendi kaki, pergelangan kaki, lutut, sendi tangan, dan pergelangan tangan.


Diabetes merupakan suatu keadaan di mana terjadi peningkatan kadar gula di dalam darah, yang dapat disebabkan oleh makan terlalu banyak dan kurang banyak bergerak.


Gout dan diabetes tipe 2 seringkali terjadi secara bersamaan pada orang dengan kondisi fisik tertentu, terutama pada penderita obesitas. Di bawah ini terdapat beberapa hal yang dapat membantu anda mengurangi resiko terjadinya gout dan diabetes.


Turunkan Berat Badan


Untuk mencegah gout, diabetes tipe 2, dan berbagai gangguan kesehatan lainnya, menjaga berat badan anda merupakan salah satu hal yang penting. Selain itu, menjaga lingkar perut anda juga sangat penting, terutama bila BMI (body mass index) anda berada di antara 25-34.9. Lingkar perut yang dianjurkan pada wanita adalah 89 cm dan 101 cm pada pria.


Olahraga Teratur


Berolahraga secara teratur dapat membantu mengendalikan berat badan anda dan dapat menurunkan tekanan darah anda. Kedua hal ini dapat membantu menurunkan kadar asam urat anda dan dengan demikian dapat menurunkan resiko terjadinya gout.


Selain itu, berolahraga juga memperbaiki kadar gula pada penderita intoleransi glukosa yang beresiko tinggi menderita diabetes tipe 2 di kemudian hari. Seorang ahli menganjurkan agar anda melakukan olahraga sedang selama 30 menit selama setidaknya 5 hari dalam seminggu.


Jika anda sedang mengalami serangan gout atau mengalami kerusakan sendi akibat masalah berat badan, maka jenis dan lama olahraga yang boleh anda lakukan pun menjadi terbatas. Konsultasikan dengan dokter anda mengenai olahraga apa yang boleh anda lakukan dan berapa lama sebelum anda mulai berolahraga.


Berhenti Mengkonsumsi Alkohol


Sebuah penelitian di Amerika menemukan bahwa orang yang mengkonsumsi 2-4 gelas minuman beralkohol setiap minggunya meningkatkan resiko terjadinya gout sebanyak 25%. Resiko terkena gout bahkan meningkat sebanyak 200% pada orang yang mengkonsumsi bir sebanyak 2 gelas setiap harinya.


Bir dan minuman beralkohol lainnya diduga dapat meningkatkan kadar asam urat di dalam darah. Akan tetapi, tidak demikian dengan wine. Mengkonsumsi alkohol secara berlebihan dan tidak terkendali (binge) juga merupakan salah satu faktor resiko utama gout.


Selain menurunkan resiko gout, mengurangi 2 gelas bir setiap harinya juga dapat menurunkan berat badan lebih cepat dan dengan demikian juga dapat menurunkan resiko terjadinya diabetes tipe 2.


Hindari Minuman Manis


Sebuah penelitian menemukan bahwa minuman yang dimaniskan dengan gula atau mengandung fruktosa cukup tinggi, seperti pada minuman soda, dapat meningkatkan resiko terjadinya gout. Bahkan jus jeruk pun dapat meningkatkan resiko terjadinya gout. Menghindari konsumsi minuman manis juga merupakan salah satu cara yang baik untuk mengurangi jumlah kalori dalam diet anda, menurunkan berat badan anda, dan memperbaiki kadar gula darah anda (bila anda menderita diabetes).


Diet Gout


Diet gout merupakan diet yang bertujuan untuk mengendalikan produksi asam urat dengan mengurangi konsumsi makanan tinggi purin. Makanan tinggi purin menyebabkan peningkatan kadar asam urat di dalam tubuh.


Beberapa makanan tinggi purin adalah hati atau jeroan lainnya, ikan teri, lobster, udang, kerang, ikan haring, ikan mackerel, sapi, babi, dan domba. Bukan berarti anda sama sekali tidak boleh mengkonsumsi berbagai makanan di atas, anda hanya perlu untuk membatasinya menjadi 1 porsi setiap harinya.


Susu dan Produk Susu


Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengkonsumsi susu skim atau susu rendah lemak atau memakan produk susu rendah lemak dapat membantu menurunkan resiko terjadinya gout. Selain itu, mengkonsumsi produk susu rendah lemak juga dapat membantu menurunkan resiko terjadinya diabetes tipe 2.