Beritahati.com, Jakarta - Meski bermanfaat dan merupakan bahan alami, tiap orang memiliki batas maksimal untuk konsumsi bawang bombay. Meski saat ini belum ada aturan baku yang menetapkan kadar batas aman tersebut, namun ada baiknya untuk tidak berlebihan dalam mengonsumsi bawang bombay, terutama pada kelompok berikut:


Wanita hamil dan menyusui karena tidak ada bukti penelitian yang cukup tentang efek konsumsi bawang bombay dalam jumlah banyak.


Pada penderita gangguan pembekuan darah dan pasien yang akan menjalani operasi, karena bawang bombay dapat memperlambat proses pembekuan darah. Hentikan konsumsi bawang bombay sebagai obat-obatan dua minggu sebelum menjalani operasi.


Khusus bagi penderita diabetes, bawang bombay dapat menurunkan kadar gula. Pengidap diabetes yang mengonsumsi obat diabetes dan ingin menggunakan bawang bombay sebagai pengobatan alternatif sebaiknya memeriksa kadar gulanya secara saksama.


Pada orang yang alergi terhadap bawang bombay, konsumsi aspirin dapat meningkatkan sensitivitasnya terhadap bahan ini.
Untuk mendapatkan manfaat bawang bombay, ada banyak cara untuk mengolahnya sebelum dikonsumsi. Bawang bombay dapat dipanggang, direbus, digoreng, ditumis, atau dimakan mentah dalam campuran salad. Namun perlu diingat, terlalu banyak mengonsumsi bawang bombay dapat menyebabkan perut kembung atau bahkan diare. Jika timbul gejala atau gangguan akibat terlalu banyak mengonsumsi bawang bombay, disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter.