Beritahati.com, Jakarta - Perhatian rakyat Indonesia kini tertuju pada Pemilu yang kurang lebih tinggal 60 hari lagi. Para peserta pemilu apakah Capres dan Cawapres maupun partai-partai politik sedang giat-giatnya melaksanakan kampanye dan pendekatan kepada rakyat.


Visi, Misi dan Program telah disampaikan dengan berbagai cara dan metode. Strategi dan langkah-langkah politik juga telah dijalankan untuk mendapatkan simpati dan dukungan rakyat. Masyarakatpun sangat antusias mengikuti perhelatan akbar pesta demokrasi lima tahunan tersebut.


"Sebagai lembaga perwakilan rakyat, kami menaruh harapan kepada semua konstentan pemilu, walaupun kita bersaing dengan sengit, namun kualitas demokrasi harus tetap kita jaga. Kita boleh bersaing untuk mendapatkan dukungan rakyat, tetapi jangan gunakan cara-cara kampanye yang berbau fitnah, yang menebar kebencian dan permusuhan yang membuat masyarakat menjadi terbelah. Mari kita bangun kampanye yang mengedukasi rakyat, kampanye yang mencerahkan serta membangun optimisme bagi masa depan," terang Ketua DPR RI Bambang Soesatyo, dalam Rapat Paripurna DPR RI Penutupan Masa Persidangan III Tahun Sidang 2018-2019 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (13/2/2019).


Menurut Bamsoet, pemilu adalah kontestasi politik untuk memperbaiki segala perikehidupan bangsa. Pemilu harus menjadi momentum bagi bangsa Indonesia untuk melakukan lompatan guna mempercepat kemajuan. Agar pada peringatan 100 tahun kemerdekaan Indonesia pada tahun 2045 nanti, Indonesia masuk dalam barisan 10 besar negara maju di dunia.


"Sehingga dengan kepala tegak kita bangga mengatakan kepada anak cucu kita, dalam satu abad Indonesia merdeka kita akan menjadi bangsa yang maju, mandiri, adil dan sejahtera serta dihormati oleh bangsa-bangsa lain di dunia," kata Bamsoet.


Bersamaan dengan ini, Ketua DPR RI juga menyempatkan diri dengan mengatasnamakan Pimpinan dan seluruh anggota DPR RI, mengucapkan Selamat Tahun Baru Imlek 2570 bagi Anggota dan masyarakat Indonesia yang merayakannya.


"Alangkah indahnya jika keragaman budaya, adat istiadat dan bahasa tumbuh subuh subur di taman sari Indonesia. Saling menghormati, saling mencintai, hidup rukun dan damai di bumi pertiwi, negeri elok yang kita cintai bersama ini," tutup Bamsoet.