Beritahati.com, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) RI, Sri Mulyani Indrawati menyatakan apresiasinya terhadap kinerja Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) serta kerjasamanya dengan para stakeholders atas capaian fasilitas Kawasan Berikat (KB) dan Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE), terutama dari sisi peningkatan nilai ekonomi yang lebih besar, peningkatan investasi, membuka kesempatan kerja yang lebih besar, serta adanya multiplier yang muncul akibat kebijakan fiskal pemerintah tersebut.


Hal ini disampaikan Menkeu pada acara “Sarasehan Hasil Dampak Ekonomi Fasilitas KITE-KB & Launching Kebijakan Fasilitas KITE” di Aula Mezanine, Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (18/2/2019).


“Memperbaiki kinerja ekspor dan investasi itu dibutuhkan seluruh ekosistem (pemerintah, pengusaha, infrastruktur, logistik serta supply chains terkait) untuk bekerja sama. Tidak mungkin hanya satu player di dalam ekosistem ini yang melakukan upaya sedangkan yang lain tidak,” tegas Menkeu Sri Mulyani.


Namun demikian, Menkeu mengingatkan bahwa meskipun hasil survei secara keseluruhan positif, masih adanya responden lebih dari 50% yang menyatakan perlunya perbaikan terutama di bidang perbaikan sistem aplikasi yang ada serta mempercepat birokrasi perlu ditindaklanjuti dengan serius.


“Mereka (responden) menginginkan perbaikan didalam aplikasi CEISA (Centralized-Integrated-Inter Connected- Automated), PEB (Pemberitahuan Ekspor Barang) dan PDE (Pertukaran Data Elektronik) dan mempercepat birokrasi. Itu lebih dari 50% sendiri. Ini adalah dua faktor yang sangat penting dan controllable oleh kita. Jadi, tidak ada excuse untuk Bea dan Cukai untuk tidak bisa memperbaiki kedua hal ini,” tegasnya.


Pemerintah harus responsif mencari solusi mengacu pada masukan dan kondisi riil di lapangan sehingga para pelaku usaha dapat merasakan kehadiran pemerintah tersebut didalam meningkatkan competitiveness mereka dalam persaingan di pasar internasional.