Beritahati.com, Jakarta - Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) berpendapat, dengan diresmikannya pengoperasian Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta untuk digunakan warga Ibukota Maret 2019, ia berharap masyarakat semakin disiplin.


"Disiplin. Bagaimana masyarakat berbudaya disiplin, jangan corat-coret, tepat waktu datang, dan budaya antri," ujar Wapres JK kepada wartawan usai ujicoba Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta rute Stasiun Bundaran HI-Lebak Bulus, Rabu (20/2/2019).


Namun untuk budaya antri, Wapres menilai, warga Jakarta sudah mampu menjadi contoh yang baik sejak perhelatan Asian Games 2018 yang lalu. Dan itu bisa dicapai karena adanya sosialisasi dan pengajaran yang efektif dari pihak-pihak terkait, sehingga mampu membentuk budaya yang positif dipandang orang lain.


Sejatinya, menurut Wapres JK, kedisiplinan itu tumbuh dari dalam diri manusia itu sendiri. Bisa karena dia memang orang yang terlahir sudah disiplin atau menjadi disiplin karena terbentuk oleh sosialisasi atau pembelajaran.


Sehingga, dalam konteks harapan warga Jakarta menjadi disiplin dengan kehadiran MRT, JK melihat tidak perlu pengawasan, hanya perlu sosialisasi dan pembelajaran yang efektif saja, agar tumbuh kedisiplinan tersebut di dalam diri masing-masing.



Terutama disiplin waktu, mengingat MRT hanya akan berhenti 40 detik di setiap stasiun yang disinggahinya, jadi penumpang memang harus datang tepat waktu jika memang ingin tiba ke tempat tujuan sesuai waktu yang diinginkan.


"Kehadiran MRT juga membuat perjalanan seseorang dapat dihitung (dikalkulasikan) waktunya sehingga bisa lebih efisien. Dan orang disiplin dengan pengawasan itu bukan disiplin namanya, itu dia jadi disiplin karena takut diawasi. Tapi orang disiplin tanpa pengawasan, itu baru namanya disiplin," pungkas JK.


Sementara itu, bagi masyarakat, kehadiran MRT khususnya di Jakarta juga banyak memberikan harapan positif. Terbukti sebelum ujicoba MRT tadi siang, seorang warga bernama Akasia, yang sehari-hari bekerja di sebuah perusahaan media elektronik ternama Ibukota mengatakan penasaran seperti apa rasanya MRT itu.


"Penasaran sih kaya gimana (naik MRT). Namun harapan saya, semoga dengan adanya transportasi publik yang baru (seperti MRT), masyarakat bisa beralih ke moda transportasi publik sekaligus mengurangi kemacetan," ujar Akasia kepada Beritahati, Rabu (20/2/2019).


Wajar jika banyak sekali harapan positif mengemuka dengan ujicoba MRT rute Bundaran HI-Lebak Bulus hari ini. Berikut fakta-fakta menarik MRT yang harus Anda ketahui :


1. Satu kereta terdiri dari 6 (enam) rangkaian dengan waktu operasional oukul 05.00-24.00 WIB setiap hari.


2. Satu rangkaian mengangkut 300 penumpang, sehingga total 6 rangkaian menjadi kurang lebih 1.800 penumpang.


3. Kecepatan kereta di bawah tanah maksimal 80 km/jam dan maksimal 100 km/jam saat di atas jalur layang.


4. MRT melewati 13 stasiun (6 di bawah, 7 atas), dengan waktu henti hanya 40 detik di setiap stasiun.


5. Jarak tempuh Stasiun Bundaran HI-Lebak Bulus hanya 30 menit.


Video : Ulfa/Beritahati