Beritahati.com, Jakarta - Kasus orasi Dosen UNJ Robertus Robert dalam aksi kamisan nampaknya segera menuju ke meja hijau. Pasalnya, saat ini penyidik tengah melakukan proses pemberkasan.


Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, saat ini penyidik sedang melakukan proses pemberkasan perkara tersangka Robertus.


"Saat ini tim Dit Siber masih lakukan proses pemberkasan. Penyidik akan lakukan secara profesinal dan transparan," kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (8/3/2019).


Tak hanya itu, penyidik juga sedang melakukan verifikasi beberapa alat bukti yang disita terkiat orasi Kamisan beberapa Minggu lalu.


"Kita masih lakukan verifikasi alat bukti yang dimiliki dan membuat rencana tindak lanjut saksi2 untuk penyempurnaan berkas perkara. Pemanggilan lanjutan juga masih menunggu info lebih lanjut dari Dit Siber," jelasnya.


Selain itu, lanjut Dedi, pihaknya juga akan melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi. Diantaranya saksi yang langsung terlihat dalam acara tersebut. Hal itu dilakukan, mengingat kasus yang menjerat tersangka Robertus adalah murni melanggar pasal 207 KUHP.


"Yang terkait peristiwa itu. Misalnya yang ada di demo saat Kamisan. Kan ada beberapa saksi, semuanya akan kita mintai keterangan. Kita dari awal konsen pada pembuktian pasal 207 KUHP," tutur Dedi.


Sebelumnya, Robertus telah mengklarifikasi terkait video viral yang menyebut dia mengkritik TNI.


Menurut dia, aksinya dalam video tersebut bukan bermaksud untuk menghina TNI. Lagu itu dimaksudkan sebagai kritik dirinya terhadap ABRI di masa lampau, bukan terhadap TNI di masa kini.


Apalagi sebagai dosen dirinya tahu persis upaya-upaya reformasi yang telah dilaksanakan oleh TNI selama ini.