Beritahati.com, Makassar - Pihak Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan (Sulsel) telah mendapatkan laporan terkait kampanye hitam yang viral melalui video fitnah oknum emak-emak terhadap pasangan calon presiden Jokowi-Ma'ruf.


"Kami sudah menerima informasi ada video black campaign yang diucapkan oleh seorang ibu seperti yang viral. Saat ini kami langsung bergerak untuk mencari dimana lokasi ibu tersebut," ungkap Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani, Kamis (7/3/2019).


Menurut Dicky, awalnya video ini disebar melalui aplikasi Whatsapp dari seseorang yang belum diketahui keberadaannya, kemudian menyebar sampai ke media sosial. Menurut Dicky, perbuatan ibu itu masuk kategori perbuatan fitnah yang merugikan. Ia akan melakukan pencarian terhadap keberadaan ibu tersebut.


"Ibu ini memfitnah Presiden Jokowi, apabila terpilih kembali, maka dia akan menghapus pelajaran agama di sekolah-sekolah, dan juga akan menghapus pondok pesantren, dan diganti dengan sekolah umum, begitu fitnah dari ibu tersebut," terang Dicky.



"Kami harapkan kalau memang ibu ini mempunya niat baik, lebih baik datanglah ke polda, nanti kita akan melakukan pemeriksaan secara baik-baik, kami hargai. Apabila ada masyarakat mengetahui keberadaan ibu ini tolong sampaikan kepada pihak kepolisian," ujarnya menambahkan.


Lokasi keberadaan ibu tersebut sejauh ini belum diketahui, karena pihak kepolisian masih menyelidikinya. Kuat dugaan, lokasi pengambilan video itu dilakukan di Makassar berdasarkan dialek khas di percakapan antara si perekam dan emak-emak tersebut.


"Kami masih menyelidiki dimana lokasinya, kami juga akan mengecek siapa penyebar daripada video ini karena pada saat video ini dibuat, ada si ibu dan kemudian ada juga yang membuat video. Karena dalam wawancaranya ada seorang laki-laki yang menanyakan ibu ini. Tidak mungkin ibu ini yang menyebarkan video tersebut, pasti si perekam yang menyebarkannya ke media sosial," jelas Dicky.


Kalau melihat perbuatan si ibu dalam video, menurut Dicky, ada unsur pidananya. Karena dia telah melemparkan hoaks di media sosial dan video kemudian tersebar ke mana-mana


"Ini adalah fitnah. Ini sanksi hukumnya ada, yaitu di undang-undang ITE, nomor 19 tahun 2016. Kalau nanti terbukti, akan dilihat motivasinya untuk apa si ibu melakukan fitnah, kemudian si pembuat video juga itu bisa dijadikan tersangka juga," pungkasnya.


Video : Istimewa