Beritahati.com, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia kembali menggelar acara bertajuk Komuter Pintar Peduli Sekitar, yang kali ini berlangsung di stasiun Sudirman, Selasa (12/3/2019).


Kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya KCI dlm memperingati Hari Perempuan Internasional yang jatuh pada 8 Maret yang lalu. Ini merupakan tahun kedua penyelenggaraan Komuter Pintar Peduli Sekitar, dan sekarang menggandeng Komnas Perempuan dan Komunitas Perempuan berikut para pengguna KRL sebagai sarana utamanya.


VP corporate communication PT KCI, Eva Chairunisa mengungkapkan, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada seluruh pengguna jasa KRL mengenai bentuk-bentuk pelecehan seksual yang biasa terjadi, melakukan upaya pencegahan, hingga bagaimana membantu diri sendiri maupun orang lain yang menjadi korban pelecehan.



"Kami melakukan pendampingan terhadap korban pelecehan seksual. Dan apabila ada pelaporan, dan tim dari PT KCI akan mencatat kronologis dan mendorong korban agar kasus pelecehan yang dialaminya berlanjut dengan melaporkannya ke pihak kepolisian. Jadi tidak kami lepaskan," terang Eva kepada wartawan, Selasa (12/3/2019).


Selain itu eva menuturkan, pada 2017, para korban ini tidak mau melaporkan atau melanjutkan ke kepolisian, dan setelah keluarganya datang, kemudian damai.


"Petugas PT KCI pernah menangkap pelaku yang sama (itu-itu saja), tapi korban tindak pidana perampasan (pencopetan) tersebut memilih memilih tidak melaporkannya kepada pihak kepolisian," tandas Eva.



Pertanyaannya sekarang, apakah pengguna-pengguna KRL merasa takut jika melaporkan si pelaku ke polisi? Apakah ia takut akan menerima pembalasan dari jaringan atau rekan-rekan pelaku yang masih berkeliaran di sekitarnya? Mengapa mereka merasa takut? Itu wajar, karena para korban rata-rata perempuan, yang rasa takutnya lebih besar dari laki-laki.


Inilah tantangan PT KCI yang sebenarnya, yakni menyadarkan para korban, bahwa PT KCI menjamin perlindungan mereka jika mau memperkarakan atau melanjutkan kasus pelecehan seksual atau tindak kriminal perampasan, perampokan di atas kereta. Ini harus didorong, karena jika tidak, praktik kriminalitas akan terus berlangsung di atas kereta api.