Beritahati.com, Jakarta - Ada beragam cara untuk mengatasi stres dan membuat hidup Anda menjadi lebih bahagia. Daripada menyerah dan mengikuti nafsu dengan melahap sekotak martabak manis keju, atau berkantung-kantung keripik kentang, sebagai langkah pencegahan sebelum stres terjadi, hadirkan berbagai makanan dan minuman ini dalam pola makan Anda.



Teh hangat


Menurut sebuah studi yang dipublikasikan di “Journal of Psychoparmacology”, teh kamomil dilaporkan bisa mengurangi kecemasan. Efek teh ini bisa memperbaiki respons tubuh dan meningkatkan hormon bahagia: dopamin dan serotonin.


Selain teh kamomil, dr. Nadia Octavia dari KlikDokter juga menyarankan white tea. Ia mengatakan, kadar kafein white tea tergolong rendah, sehingga banyak penikmatnya yang melaporkan bahwa mereka merasa lebih tenang dan relaks setelah meminumnya.


“Kandungan asam amino L-theanine yang ada dalam white tea punya fungsi menenangkan. Tak hanya itu, kafeinnya yang rendah juga menjadikan teh ini bisa dinikmati menjelang tidur,” terang dr. Nadia.


 


Air putih


Saat sedang stres, hal paling sederhana yang bisa Anda lakukan adalah minum air putih. Dipaparkan oleh dr. Nitish, stres berkaitan dengan penurunan kadar serotonin. Hormon ini dibentuk dengan bantuan asam amino triptofan di otak.


Dalam prosesnya, dibutuhkan air dalam jumlah cukup untuk memastikan bahwa transportasi triptofan melalui sawar darah-otak berjalan dengan baik. Jadi, jika kurang minum, proses ini pun terganggu.


Di sisi lain, stres juga bisa menyebabkan terjadinya kekurangan cairan atau dehidrasi.


“Saat stres, kelenjar adrenal dalam tubuh memproduksi hormon kortisol lebih banyak. Jika stres berkepanjangan, kelenjar adrenal juga memproduksi hormon lain, yaitu aldosteron, yang berperan mengatur kadar cairan dan elektrolit dalam tubuh,” kata dr.Nitish.


Saat produksi hormon dari kelenjar adrenal menjadi tak cukup, produksi aldosteron juga menurun. Akhirnya, ini mengakibatkan Anda kekurangan cairan serta penurunan elektrolit. Oleh karenanya, minumlah air putih paling tidak dua liter, atau sekitar delapan gelas dalam sehari.


 


Makan cokelat


Biasanya makanan manis tak dianjurkan saat Anda sedang stres, tetapi dark chocolate adalah sebuah pengecualian. Berdasarkan studi di Swis yang terbit di “Journal of Proteome Research” tahun 2009, dark chocolate dapat membantu menurunkan kadar stres.


Selain itu, studi lain yang terbit di “European Heart Journal” tahun 2010 menemukan, konsumsi dark chocolate bisa menurunkan tekanan darah.


“Kandungan antioksidan polifenolnya punya banyak manfaat kesehatan, yang salah satunya adalah mengurangi stres. Para ahli merekomendasikan dark chocolate dengan kandungan kakao 70 persen, tapi ingat, jangan dimakan berlebihan,” kata dr. Nadia mengingatkan.


 


Pisang


Daripada mengambil sepotong besar blueberry cheese cake, lebih baik beralih ke pisang. Buah yang kaya akan potasium ini mengandung dopamin si pendongkrak mood, serta mikronutrien magnesium yang jumlahnya berkurang saat Anda stres.


Sebuah studi pendahuluan yang dipublikasikan di jurnal “Neuropharmacology” juga menemukan bahwa kekurangan magnesium menyebabkan meningkatnya depresi dan gejala ansietas pada tikus. Lebih lanjut, menurut studi tahun 2010 dalam jurnal “Psychopharmacology”, pisang kaya akan vitamin B6, yang membantu kerja sistem saraf serta menurunkan stres dan rasa lelah.


 


Ikan berlemak


Stres tak baik untuk kesehatan jantung. Nah, untuk memperkuat jantung sekaligus mendongkrak mood, konsumsilah asam lemak omega-3 yang dimiliki ikan seperti tuna, halibut (pecak), sarden, dan salmon. Itu semua diulas dalam “Journal of Epidemiology & Community Health”.


 


Kacang-kacangan


Banyak hal baik yang ditawarkan kacang-kacangan. Pertama, makanan ini mengenyangkan. Mengonsumsi kacang bisa menangkal hasrat makan yang tidak sehat. Kedua, berdasarkan studi tahun 2012 dalam jurnal “Hypertension” kacang-kacangan (dengan fokus pistachio) juga dapat membantu menurunkan tekanan darah.


Tak hanya itu, ahli gizi Sandra Meyerowitz, MPH, RD, asal AS mengatakan bahwa vitamin B dalam kacang-kacangan terbukti dapat menurunkan tingkat stres seseorang. Ngemil kacang-kacangan memang baik, tapi ingat, porsinya jangan lebih dari segenggam, ya!



Susu


Dari kecil mungkin orang tua sudah membiasakan Anda untuk rajin minun susu. Nyatanya, susu memang tak hanya baik untuk kekuatan tulang, tapi juga bisa meningkatkan suasana hati.


Menurut sebuah studi tahun 2012 yang masuk dalam jurnal “Nutrition Research and Practice”, wanita Korea dengan asupan kalsium paling sedikit melaporkan perasaan depresi. Susu dan produk olahannya yang mengandung kalsium dan vitamin D dapat membantu otot relaks dan menstabilkan mood.


Tak hanya itu, berdasarkan studi tahun 2017 dalam jurnal medis “Obstetrics & Gynecology Science” menunjukkan bahwa kalsium dan vitamin D dapat meredakan gejala sindrom pramenstruasi (PMS), yang bisa membuat wanita mudah stres.


 


Makanan yang kaya akan vitamin C


Sebuah penelitian acak yang diterbitkan dalam jurnal “Psychopharmacology” menemukan, ketika seseorang mengonsumsi 3.000 mg vitamin C setiap harinya, kadar kortisol dan hormon stres lainnya berkurang. Mengonsumsi makanan yang kaya akan vitamin C seperti jeruk atau stroberi bisa menjadi awal yang baik. Jika tak yakin dengan asupan vitamin C, pertimbangkan tambahan suplemen dengan berkonsultasi dengan dokter Anda.



Sayuran berdaun hijau


Bagi sebagian besar orang, salad mungkin terlihat (dan terasa) hambar dan membosankan. Namun, untuk meredakan stres, semangkuk sayuran hijau bisa jadi pilihan terbaik. Sayuran berdaun hijau - seperti bayam dan kale - begitu juga dengan buah dan sayur segar lainnya, merupakan penghilang stres yang ampuh. Ini tertuang dalam studi tahun 2018 dalam jurnal “Frontiers in Psychology”.


Sebagai sumber yang tinggi akan magnesium, sayuran berdaun hijau juga dapat membantu mengatur kadar kortisol dan tekanan darah. Plus, sayuran jenis ini juga mengandung folat yang berperan penting dalam produksi senyawa dopamin.


 


Alpukat


Alpukat dilengkapi lemak tak jenuh tunggal yang sehat, vitamin C, B6, potasium, dan serat. Kandungan tersebut menjadikan alpukat sebagai camilan yang bisa meredakan stres. Berdasarkan penelitian tahun 2017 dalam “The FASEB Journal”, lemak dan serat alpukat bisa mempertahankan rasa kenyang lebih lama, sehingga mencegah Anda dari kecenderungan ngemil tak sehat akibat stres.


Jika saat membaca artikel ini Anda tengah dilanda stres, sebisa mungkin batasi atau hindari konsumsi kafein, minuman beralkohol, serta makanan yang dibuat dengan gula rafinasi (permen, cake, atau cookie) agar stres tidak makin parah.


Kemampuan mengelola stres yang baik harus dimiliki setiap orang. Selain dengan memanjakan diri dengan me-time, Anda bisa mengusir stres dengan melakukan hobi, atau meditasi. Selain itu kombinasikan juga dengan pola makan sehat dan olahraga secara rutin. Jika itu semua dilakukan, niscaya kualitas hidup menjadi lebih baik, dan Anda pun dapat menjadi pribadi yang bahagia.