Beritahati.com, Jakarta - Dalam kunjungan ke Cianjur, Jawa Barat, capres 02 menggunakan kendaraan berplat atau nopol beberapa angka dan huruf dibelakang tertulis 64RIS atau dibaca GARIS, yakni Gerakan Reformis Islam Cianjur yang memakai doktrin dan diduga berafiliasi dengan ISIS Indonesia.


Mobil yang digunakan nomor urut 02 diduga kuat milik Ketua Umum (Ketum) GARIS. Sekedar mengingatkan, bahwa Ormas GARIS ini pernah disebut terkait dengan jaringan teroris JAD dan anggotanya pernah ditangkap karena diduga terkait Terorisme.



Kemudian, yang kedua, dalam setiap kunjungan maupun orasi-orasinya, capres 02 selalu dalam pengawalan ormas Front Pembela Islam (FPI).


Banyak pihak menilai, ini sebuah kekeliruan capres 02 dan akan menjadi awal kejatuhannya. Karena banyak anggota masyarakat yang menganggap bahwa tanpa Prabowo presiden saja, FPI bisa membuat kerusuhan dengan selalu mengatasnamakan agama. Apalagi jika capres 02 ada kekuasaan sekecil apapun, pasti ormas tersebut akan menagih bagiannya kepada Prabowo karena sudah menjadi pengawal selama proses Pemilihan.



Bahkan anggota Veteran Indonesia sangat menyesalkan bagaimana kumpulan mahasiswa, anak kemarin sore yang tak merasakan penderitaan bagaimana berperang menegakkan NKRI melawan penjajah, malah bicara khilafah menggantikan NKRI dan Pancasila, dan dengan sangat radikal menganggap Pancasila dan NKRI itu bagai sampah.



Ini sudah fix, bahwa Pilpres 2019 adalah bukan pertarungan antara capres 01 dan capres 02, akan tetapi pertarungan antara NKRI/Pancasila melawan Terorisme/Radikalisme.



Apalagi janji nomor urut 02 jika menang adalah, membawa Habib Rizieq pulang ke Indonesia. Artinya semua kasus ketua FPI tersebut akan diputihkan olehnya sebagai pemegang kekuasaan tertinggi (jika menang Pilpres 2019). Dan negara ini akan tunduk kepada gerombolan selama 5 tahun mendatang.



"Jadi...sudah jelas siapa pendukung 02? Ini saatnya masyarakat cerdas untuk menyelamatkan bangsa dan negaranya," ujar Hariman, aktivis, saat diwawancara, Rabu (13/3/2019).


#FPIBERSAMAPRABOWO
#IndonesiaDamaiTanpaFPI


Video : Istimewa