Beritahati.com, Jakarta - Hidangan khas Eropa cenderung terasa hambar di lidah orang Indonesia asli. Tak heran, hidangan Eropa memang tidak memakai begitu banyak bumbu dan rempah-rempah layaknya hidangan khas Indonesia. Namun berbeda dengan hidangan di Provence, wilayah yang berada di Prancis bagian selatan.


Makanan di wilayah ini menggunakan banyak rempah-rempah, sehingga rasanya tidak terlalu hambar.



"Rempahnya sangat kuat. Provence kan penghasil tomat, rempah, seafood," kata Dwi Afianto, Chef The Royal Surakarta Heritage saat press conference Good France 2019 di Srikandi Restaurant The Royal Surakarta Heritage, Solo, Jawa Tengah, Selasa (12/3/2019) kemarin.


Menurut chef yang akrab disapa Afi tersebut, rempah-rempah yang biasa digunakan dalam masakan Provence di antaranya taim, rosemary, olive, bay leaf, oregano, savori, dan sebagainya.


Salah satu hidangan yang familiar dengan lidah orang Indonesia adalah Ratatouille et Pomme de Terre. Hidangan ini terbuat dari sejumlah sayuran yang ditumis bersama rempah-rempah asli Provence.


"Onion (bawang putih) kan udah sangat familiar dengan kita," kata Chef Afi sambil mempraktikkan cara memasak Ratatouille et Pomme de Terre.


"Ada tomat dan rempah juga, kan orang Indonesia udah biasa makan pizza, nah rasanya mirip-mirip ke sana lah," tambahnya.
Selain itu, ada juga Poulet Grille Provencale Aux Champignons.


Hidangan ini berupa ayam panggang yang dihidangkan dengan saus hitam, kentang, dan jamur kancing.


Untuk membuat hidangan itu lebih familiar dengan lidah Indonesia, Chef Afi menambahkan remah-remah roti di atasnya.


"Di atas ayam itu ada crumb, roti, itu adalah campuran dari roti kering, keju, dan rempah yang dihaluskan," kata Chef Afi.
Dua hidangan tersebut bisa dinikmati di Srikandi Restaurant The Royal Surakarta Heritage pada 21 Maret 2019 mendatang.