Beritahati.com, Yogyakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Ketum PPP Romahrmuziy sebagai tersangka terduga penerima suap dalam lelang atau pengisian jabatan tinggi di Kementerian Agama seluruh Indonesia.

Kondisi ini tentunya menjadi pukulan keras bagi kader dan caleg partai berlambang Ka'bah ini yang tengah berjuang untuk PPP kembali besar dan menempatkan calegnya sebagai wakil rakyat baik tingkat II hingga DPR RI.


Apalagi bagi caleg yang mengincar posisi di DPR RI semakin berat karena PPP bisa saja tidak memenuhi ambang batas parlemen sehingga tidak bisa mengantarkan calegnya duduk di Senayan meski dalam Pileg memenuhi suara untuk duduk di kursi DPR RI.


"Kalau yang berat adalah caleg yang mengincar kursi di DPR RI karena kaitannya dengan lolos tidaknya partai melampaui ambang batas parlemen karena OTT terhadap Ketum PPP sangat berdampak sekali bagi partai," kata Dardi Nugroho, caleg PPP untuk DPRD Bantul, DI Yogyakarta, Sabtu (16/3/2019).


Pemilik rumah makan seafood Salsabila di Pantai Depok ini mengatakan untuk caleg tingkat II seperti dirinya dan juga caleg tingkat I tak begitu berpengaruh banyak meski kasus Ketum PPP terkena OTT KPK akan mencoreng nama partai.


"Tapi kalau saya boleh jujur selain partai, pemilih akan menjatuhkan pilihan dengan mencoblos caleg bukan karena partai namun lebih karena figur yang bisa dipercaya," ungkapnya.


Dargon, panggilan Dardi Nugroho ini mengatakan, kejadian yang menimpa Ketum PPP ini diduga tak lepas dari dugaan adanya jebakan dari orang-orang yang ada di Kementerian Agama yang jengah dengan intervensi Ketum PPP hingga Menteri Agama pun tak kuasa untuk menolaknya.


"Bisa saja ini jebakan karena tidak mau diintervensi oleh pihak dari luar Kementerian Agama yang tidak ada hubungannya dengan Kementerian Agama namun hanya sebatas pimpinannya Menteri Agama secara kepartaian," ungkapnya.‎


Mantan Politisi PKPB yang sempat menjadi anggota DPRD Bantul periode 2009-2014 dengan mekanisme Pergantian Antar Waktu (PAW) ini justru melihat kerja KPK tidak tebang pilih dan tidak dimanfaatkan oleh pengusaha untuk "menghabisi" musuh-musuhnya.


"Ini sudah menjadi bukti bahwa Presiden Jokowi tak melindungi orang yang korup meski dekat dan partainya mendukung menjadi capres pada pemilu 2019 bulan April mendatang," ujarnya.

Ungkapan yang sama juga dikatakan Eko Sutrisno Aji, anggota Fraksi PPP DPRD Bantul sekaligus caleg PPP untuk kursi DPRD Bantul yang tidak terlalu resah dengan OOT KPK terhadap Ketua Umum PPP dan kini Ketum PPP, Rommy ditetapkan sebagai tersangka.


"Yang jelas resah adalah caleg untuk DPR RI karena mereka takut PPP tidak lolos ambang batas parlemen akibat Ketum dijerat KPK. Bahkan ada caleg DPR RI yang langsung pingsan terkulai lemas mendengar kabar Ketum PPP ditangkap KPK,"ujarnya.


Eko mengatakan kader PPP ditingkat bawah dipastikan akan tetap bekerja keras untuk meraih kursi meski nantinya belum tentu bisa membentuk fraksi sendiri.


"Kalau sekarang ada fraksi PPP namun untuk pemilu 2019 belum tentu ada fraksi PPP meski ada caleg yang terpilih menjadi anggota DPRD Bantul," ungkapnya.‎