Beritahati.com, Jakarta - Kemenangan 4-0 diamankan Timnas Prancis dalam laga Grup H Kualifikasi Piala Eropa 2020. Berhadapan dengan Islandia pada Selasa (26/3/2019), Samuel Umtiti, Olivier Giroud, Kylian Mbappe, dan Antoine Griezmann menjadi bintang berkat lesakan gol mereka.


Berkat kemenangan ini, Prancis sukses mengunci puncak klasemen Grup H dengan koleksi enam angka. Sementara, Islandia harus puas menempati peringkat keempat berbekal tiga poin.


Didier Deschamps menginstruksikan anak-anak asuhnya untuk bermain dalam formasi dasar 4-2-3-1. Olivier Giroud yang ditunjuk sebagai penyerang tunggal disokong oleh Kylian Mbappe, Antoine Griezmann, dan Blaise Matuidi. Menariknya, N'Golo Kante ditandemkan dengan Paul Pogba sebagai poros ganda.


Menghadapi skuat mewah Prancis, Islandia tampil realistis dengan menguatkan area pertahanan mereka dan bermain dalam skema dasar 5-3-2. Duet Albert Gudmonson dan Gylfi Sigurdsson ditunjuk sebagai dua muara serangan tim.


Islandia harus merelakan gawangnya kebobolan walau laga baru berjalan 12 menit. Prosesnya tidak dapat dipisahkan dari sepak pojok yang dieksekusi oleh Griezmann. Sang penggawa Atletico Madrid tadinya seperti berusaha mengarahkan bola tersebut ke area kotak penalti.


Namun, sundulan Ragnar Sigurdsson justru mendorong bola tersebut kembali ke area lapangan tengah. Kecepatan para pemain Prancis merespons situasi ini berujung manis. Bola tersebut langsung diamankan oleh Benjamin Parvard dan dikirimkan ke Mbappe via umpan lambung.


Lantas, sepakan Mbappe ke arah kotak penalti diteruskan oleh Umtiti lewat sundulan ke arah gawang. Rangkaian serangan ini ditutup dengan perayaan gol jenaka Umtiti yang menandakan keunggulan 1-0 menjadi milik Prancis.


Pressing yang dilakukan hingga daerah pertahanan lawan sukses membuat Islandia kesulitan mengembangkan permainan, strategi ini pun langsung membuahkan peluang di menit ketiga lewat tembakan Giroud, tapi bisa ditepis oleh Hannes Thor Halldorsson.


Prancis menjadi tim yang memegang kendali penuh babak pertama. Mereka memenangi penguasaan bola hingga 82%. Begitu pula dengan agresivitas serangan. Saat Islandia hanya mampu melepaskan dua upaya tembakan, Prancis sudah trengginas dengan tujuh upayanya.


Lucunya, Prancis dan Islandia sama-sama membukukan dua tembakan tepat sasaran. Kalau serangan-serangan Prancis acap tak menemui sasaran, itu karena skema lima bek yang diterapkan oleh Islandia bekerja dengan baik--terlepas dari gol pertama tadi.


Itu belum ditambah dengan kerja keras duet bek sayap Hoerdur Magnuss-Birkir Saevarsson yang juga aktif bergerak ke lini kedua untuk membantu pertahanan sehingga mampu meredam serangan yang acap dibangun Prancis lewat area sayap mereka.


Berbekal permainan seperti ini, tak heran jika Islandia menutup babak pertama hanya dengan ketertinggalan 0-1.
Walaupun dilimpahi dengan pemain-pemain papan atas, bukan berarti Prancis dapat membangun serangan dengan mudah. Padunya pertahanan Islandia membuat Prancis mesti bertindak sporadis, melepaskan serangan-serangan dari jarak jauh.
Walaupun intensitas serangan juara dunia 2018 ini sering, hasilnya malah tak efektif. Berkali-kali penggawa Prancis macam Griezmann dan Giroud mengekspresikan kekecewaannya karena tembakan mereka berhasil diblok oleh barisan pertahanan Islandia.


Hanya, upaya itu akhirnya terbayar juga pada menit 68 berkat lesakan Giroud. Tembakan Giroud ini diawali dengan umpan silang yang dilepaskan oleh Parvard. Itu berarti, kedua gol Prancis dibidani oleh dua kontribusi langsung Parvard.


Sepuluh menit berselang, Mbappe akhirnya sanggup menorehkan namanya di papan skor. Torehan ini dilanjutkan oleh Griezmann pada menit 84 yang pada akhirnya memastikan Prancis menutup laga dengan kemenangan 4-0.