Beritahati.com, Yogyakarta - Calon wakil presiden nomor urut 01, Ma'ruf Amin menghadiri acara istighosah dan deklarasi kiai dan santri DIY untuk kemenangan 01 di Yayasans Nur Iman, Mlangi, Gamping, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta.


Ribuan santri dan santriwati serta kiai telah hadir sejak pagi untuk menunggu kehadiran mustasyar BPNU yang kali ini hadir didampingi oleh istri, Ketuam Umum Ansor, Yagut Cholil Qoumas. Sebelum pembacaan deklarasi dukungan kiai dan santri DIY untuk kemenangan 01, Gus Yaqut memberikan orasi kebangsaan di hadapan ribuan santri, santriwati dan para kiai.


Gus Yaqut dalam orasi kebangsaan kembali mengingatkan adanya ancaman bahaya dari ISIS dan ketika ISIS datang pertamakali pada suatu negara yang ingin dikuasai, hal pertama yang dilakukan adalah menghancurkan peradaban negeri yang akan mereka kuasai dan ketika negara sudah kehilangan sejarahnya, mereka akan kehilangan kebanggan kepada negerinya sehingga ISIS akan mudah menguasainya.


"Di Indonesia, pada akhir-akhir ini hal yang mirip terjadi. Ada sekelompok orang mencoba menghilangkan kebanggan terhadap negeri ini namun caranya tidak seperti ISIS. Mereka lebih halus, mereka bilang menghormat bendera haram, mereka bilang menyanyikan lagu Indonesia Raya itu bagian dari budaya kafir," ujarnya, Kamis (28/3/2019).


Kemudian kata Gus Yaqut, gerakan mereka diperhalus lagi dengan membuat berita, hoaks tentang di Indonesia tidak ada lagi azan, tidak ada lagi pelajaran agama di sekolah-sekolah jika Pak Jokowi dan Kiai Ma'ruf Amin memenangkan pemilu.


"Pak Ma'ruf ini kiai mana mungkin akan meniadakan azan, meniadakan pelajaran agama di sekolah-sekolah. Mereka membuat hoaks tujuannya apa? Agar kita kehilangan kebanggan-kebanggaan terhadap tokoh panutan kita dan kehilangan kebanggaan terhadap negeri yang kita cintai. Kalau kita sudah kehilangan kebanggan maka antara kita saling cabik," ucapnya.


Oleh karena itu, Gus Yaqut mengajak untuk melawan ISIS, hoaks, serta ujaran kebencian agar tidak kehilangan kebanggaan terhadap apa yang dimiliki sebagai suatu bangsa.


"Ini penting karena sejarah telah mencatat, negara ada karena persatuan bukan keduaan. Jadi kalau kita bersatu maka kita akan bisa mempertahankan Indonesia," tuturnya.


Yang terakhir kata Gus Yaqut, saat ini ada tokoh ulama NU yang menegakkan ajaran alusunnah waljamaah, sehingga tidak ada pilihan lain untuk berada di belakang Romo Kiai H Ma'ruf Amin untuk berjuang bersama-sama dan bukan soal kalah atau menang namun agar NKRI tetap berdiri kokoh.


"Saya mengajak bapak-ibu sekalian, 17 April mendatang datang ke TPS, ajak saudara, pacar keponakan ke TPS. Datang ke TPS gunakan pakaian putuh, yang pakai kerudung hijau ditanggalkan dulu ganti dengan yang putih, pakai pakaian yang putih. Kita putihkan TPS, kita tunjukkan kita bersatu dengan putih. Ajak yang punya hak pilih datang ke TPS," tuturnya.‎