Beritahati.com, Jakarta - Abu Wali alias Muhammad Syaifudin alias Muhammad Yusuf Karim Faiz, adalah salah satu algojo ISIS yang berasal serta asli dari Indonesia, yang selalu muncul di televisi setiap ada eksekusi terhadap orang-orang sipil yang dianggap kafir oleh ISIS.


Siapa sangka, kakak kandung Abu Walid, yang juga pendukung ideologi ISIS dan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), yakni Muinudillah Basri alias Ustadz Muin, rajin kampanye untuk pemenangan Prabowo-Sandi. Namun mereka tak bisa mengemukakan program kerja seperti yang dilakukan para jurkam Jokowi-Kyai Ma'ruf Amin. Sehingga, Muinudillah Basri bermain di ranah penyebaran fitnah, hoax dan berita bohong belaka.


Rencana besar Basri adalah memenangkan Prabowo-Sandi, agar HTI dan ISIS bisa menjadi paten di Indonesia. Karena seperti kita ketahui bersama, sejak kekalahan besar ISIS baru-baru ini, dimana benteng terakhir mereka sudah jatuh ke tangan Pasukan Demokratik Suriah, banyak sekali tentara ISIS ditawan dan keluarga mereka kabur ke gunung-gunung.


Dari para keluarga ISIS tersebut, ada ratusan Warga Negara Indonesia (WNI) yang sekarang siap kembali ke Indonesia, menunggu kemenangan Prabowo-Sandi terlebih dahulu. Mereka amat bergantung kepada kerja keras Muinudillah Basri dalam mengkampanyekan kemenangan Prabowo-Sandi.



Mengapa Prabowo-Sandi? Karena hanya di pihak capres-cawapres 02 inilah, dikumpulkan semua pengikut radikalisme, contohnya sisa-sisa pengikut HTI yang sudah dibubarkan Indonesia, dimana salah satunya adalah Muinudillah Bisri. Belum lagi Front Pembela Islam (FPI) yang memang sangat dekat dengan perjuangan HTI serta memberi dukungan kuat terhadap kehadiran ISIS di Indonesia.


Salah satu fitnah yang menjadi andalan Muinudillah Basri adalah, jika Jokowi-Kyai Ma'ruf Amin menang, itu artinya umat Islam kalah, dan itu sama saja ajaran dan akidah Islam tidak ada lagi di Indonesia. Kemudian hoax berikutnya, adalah pemerintah akan melegalkan judi di Universitas Indonesia. Itulah fitnah andalannya untuk pemenangan Prabowo-Sandi dalam Pilpres 2019.



Basri sempat menjadi pembaca doa dalam kampanye Prabowo-Sandi di Solo, dengan Sandiaga Uno, cawapres 02 dan Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Gerindra Ferry Juliantono mendampinginya.


Bagi Muinudillah Basri, pasangan Prabowo-Sandi adalah instrumen untuk memenangkan ideologi yang nantinya akan mereka usung perlahan untuk menggantikan Pancasila dan NKRI serta membuat kekacauan seperti yang ada di Suriah selama beberapa tahun terakhir. Bendera hitam dikibarkan, rakyat terpecah-belah, angkatan bersenjata terbelah dua kubu, pemerintahan terpecah, dan Presiden dikejar-kejar untuk dibunuh.


Itulah yang terjadi di Suriah, dan akan dilakukan terhadap Indonesia, melalui penyebaran fitnah-fitnah dan hoax yang sudah dilakukan sejak awal gaung Pilpres 2019, untuk kemenangan Prabowo-Sandi.


Bukan hanya mengkampanyekan pemenangan Prabowo-Sandi, akan tetapi Muinudillah Basri adalah salah satu Dewan Penasehat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi.


Video : Istimewa