Beritahati.com, Jakarta - Ibu rumah tangga yang tetap bekerja di luar rumah bisa berkontribusi terhadap pendidikan anak. Sisi positifnya, ibu bekerja bisa memberikan inspirasi pada anak untuk menggapai impian dan ambisi mereka kelak.


Seorang ibu yang bekerja biasanya juga lebih menekankan rasa tanggung jawab dan mandiri kepada anak-anaknya, sehingga dapat menjadi bekal untuk kehidupan mereka saat dewasa kelak.


Selain itu, waktu yang dihabiskan dengan anak-anaknya bisa lebih berkualitas, karena waktu yang ada benar-benar dimanfaatkan untuk berinteraksi dengan anak-anaknya semaksimal mungkin.


Terakhir, penghasilan ibu bekerja juga bisa membantu keuangan keluarga, sehingga anak bisa masuk ke sekolah yang berkualitas, atau mengikuti berbagai kursus yang sesuai dengan bakat dan kemampuannya.


Dalam hal mendidik anak, ibu yang bekerja juga tak lepas dari sisi negatif. Misalnya, kualitas pengasuh anak atau day care jadi bervariasi, sehingga sulit untuk benar-benar mengandalkannya dalam hal pendidikan anak.


Selain itu, bagi ibu yang memiliki beban pekerjaan berat di kantor, ia bisa stres dan depresi, sehingga tak dapat memberikan atensi yang cukup kepada anak. Malah diklaim, stres pekerjaan bisa meluap di rumah.


Satu hal lagi, ibu yang terlalu sibuk bekerja juga dapat menurunkan simpati anak kepadanya karena merasa kurang diperhatikan. Akibatnya, anak akan mencari perhatian yang tak ia dapatkan dari ibunya ke tempat lain, misalnya bersama teman-temannya atau dengan pengasuhnya.