Beritahati.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil sejumlah saksi dalam kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) yang melibatkan Mustafa, mantan Bupati Lampung Tengah, Provinsi Lampung. Salah satu saksi yang dipanggil adalah Simon Susilo, pemilik Hotel Sheraton Lampung.


Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan di Gedung KPK Jakarta menjelaskan bahwa Simon Susilo diperiksa sebagai tersangka pihak pemberi suap atau penyuap Bupati Lampung Tengah nonaktif Mustafa.


Sementara itu, tersangka Simon disebut KPK sebagai swasta sekaligus pemilik Hotel Sheraton di Lampung. Sedangkan pada saat penetapan status Simon sebagai tersangka, dirinya disebut KPK sebagai pemilik PT Purna Arena Yudha.


“Tersangka Simon pemilik Hotel Sheraton di Lampung dipanggil untuk menjalani pemeriksaan dalam kapasitasnya sebagai tersangka,” jelasnya di Gedung KPK Jakarta, Jumat (5/4/2019).


Sementara itu penyidik KPK telah menetapkan Simon sebagai tersangka bersama dengan Budi Winarto, pemilik PT Sorento Nusantara. Mereka diduga memberikan suap dengan nilai total Rp 12,5 miliar pada Mustafa dengan rincian Rp 5 miliar dari Budi dan Rp 7,5 miliar dari Simon.


Simon dan Budi ditetapkan sebagai tersangka merupakan bagian pengembangan kasus yang dilakukan KPK. Awalnya KPK menjerat Mustafa yang menyuap 4 anggota DPRD Lampung Tengah, masing-masing Achmad Junaidi, Bunyana, Raden Zugiri dan Zainudin.


Penyidik meyakini bahwa Mustafa diduga telah menerima fee dari ijon proyek di Dinas Bina Marga Pemkab Lampung Tengah dengan kisaran fee 10-20 persen dari nilai proyek. KPK menduga bahwa kasus dugaan gratifikasi yang diterima Mustafa diperkirakan mencapai Rp 95 miliar.


Untuk perkara suap ke anggota DPRD Lampung Tengah, Mustafa telah divonis 3 tahun penjara dan denda Rp 100 juta serta subsider 3 bulan kurungan. Selain hukuman pidana penjara, Mustafa divonis hukuman tambahan berupa pencabutan hak politik selama 2 tahun setelah menjalani hukuman pidana penjara.


Mustafa yang berstatus sebagai terpidana kasus korupsi dieksekusi pada 31 Juli 2018. Mustafa hingga saat ini diketahui masih menjalani hukuman pidana penjara di Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat.