Beritahati.com, Jakarta - Bank Indonesia mencatat, cadangan devisa Indonesia tercatat USD 124,54 miliar pada akhir Maret 2019. Angka tersebut meningkat USD 1,27 miliar dibandingkan akhir Februari 2019 yang berada di angka USD 123,27 miliar.


Berikut data terbaru perbandingan cadangan devisa sejak Januari hingga Maret 2019, seperti dikutip dari situs BI, Senin (8/4/2019).


Data Cadangan Devisa di 2019 :


Januari 2019 : US$ 120,10 miliar
Februari 2019 :US$ 123,27 miliar
Maret 2019 : US$ 124,54 miliar


Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hari ini juga masih mampu menguat di kurs tengah Bank Indonesia (BI). Akan tetapi, untuk pasar spot, rupiah masih terus berjuang menghadapi keperkasaan dolar AS.


Tercatat, Senin, 8 April 2019, kurs tengah BI atau kurs acuan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate/Jisdor, berada di Rp 14.145 Rupiah, atau menguat 0,09% dibandingkan posisi akhir pekan lalu dan menyentuh posisi terkuat sejak 21 Maret 2019.


Penguatan ini membuat rupiah terapresiasi selama 3 hari beruntun. Rantai penguatan terpanjang sejak 31 Januari-6 Februari 2019.


Sedangkan di pasar spot, dikutip dari CNBC Indonesia, nasib rupiah tidak seberuntung itu. Pada pukul 10:00 WIB, USD 1 dibanderol Rp 14.150. Rupiah melemah 0,21% dibandingkan posisi penutupan perdagangan akhir pekan lalu.


Namun pelemahan rupiah di pasar spot hari ini terasa wajar. Sebab mata uang Tanah Air sudah menguat selama 5 hari perdagangan terakhir, sehingga risiko koreksi teknikal menjadi besar. Investor yang merasa sudah mendapat cuan yang lumayan tentu tergoda untuk mencairkannya, sehingga rupiah mengalami tekanan jual.


Dengan pelemahan 0,18%, rupiah kini menjadi mata uang terlemah ketiga di Benua Kuning. Rupiah hanya lebih baik dari rupee India dan won Korea Selatan.