Beritahati.com, Jakarta - Cabut gigi dalam keadaan tubuh tidak sehat, ditengarai bakal menimbulkan efek samping berupa gangguan pada penglihatan. Lebih buruknya adalah terjadinya kebutaan.


Selain itu, cabut gigi dalam keadaan tubuh tidak sehat juga berisiko menimbulkan sejumlah komplikasi. Salah satunya adalah gangguan penyembuhan luka pada jaringan tempat gigi dicabut. Kondisi ini disebut dry socket atau osteitis alveolar, dan membuat penderitanya merasakan nyeri yang hebat.


Untuk menurunkan risiko terjadinya komplikasi, prosedur cabut gigi hanya boleh dilakukan oleh dokter gigi. Anda juga harus menginformasikan terlebih dahulu penyakit apa yang sedang diderita atau sedang dalam masa penyembuhan.


Biasanya, penyakit tersebut meliputi :


Diabetes, apalagi gula darah belum terkontrol.
Hipertensi.
Kelainan jantung bawaan.
Kelainan katup jantung.
Penyakit kelenjar adrenal.
Penyakit liver.
Penyakit kelenjar tiroid.
Penyakit endokarditis.
Gangguan sistem kekebalan tubuh, misalnya HIV.
Informasikan juga pada dokter bila Anda sedang hamil atau sedang mengonsumsi obat pengencer darah (misalnya aspirin).


Setelah cabut gigi selesai dilakukan dan efek obat bius hilang, Anda akan merasakan nyeri. Tetapi ini merupakan hal yang wajar. Proses penyembuhan luka akan berlangsung dalam waktu 1-2 minggu.


Untuk mempercepat penyembuhan dan mencegah timbulnya komplikasi, jangan berkumur terlalu kencang, jangan minum dengan sedotan selama 24 jam pertama, dan jangan merokok.


Jika mengalami demam, menggigil, mual, perdarahan yang tidak mau berhenti, nyeri dada, atau sesak napas, segera hubungi kembali dokter gigi Anda.