Beritahati.com, Jakarta - Developer game online ternama asal Surabaya yang sudah eksis sejak tahun 2007, yakni Wavegame, menggelar Media and Community Gathering Wavegame, di Bandar Djakarta Resto, Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara, Jumat (12/4/2019).


Wavegame Community Manager, Putri PW menyatakan, gathering adalah sebagai media untuk mempersatukan para gamers di dunia nyata, karena biasanya setiap hari hanya berinteraksi di dunia maya atau dunia game.


"Jadi dalam media and community gathering wavegame di bandar djakarta resto ini kami ingin mempersatukan para players dari berbagai game yang dipublikasi oleh perusahaan wavegame," sebut Putri kepada wartawan, di Bandar Djakarta Resto, Taman Ria Ancol, Jakarta Utara, Jumat (12/4/2019).


Hal terpenting lagi, menurut Putri, melalui gathering, para player bisa membangun rasa kepercayaan diri masing-masing atau confident, untuk bertemu setiap player, hingga Grand Master atau yang lainnya, yang biasanya hanya bisa dilakukan dalam dunia game saja. Saling mengenal baik di dunia nyata sampai dunia maya itu penting, menurut Putri.



"Buktinya, saya tanya tadi ke mereka kenal si ini gak? kenal si itu gak? Jawabannya gak kenal. Oleh karena itu, lewat gathering ini, mereka akan lebih berani menunjukkan diri (eksistensi) tidak hanya sebagai karakter (dalam game) saja, akan tetapi juga sebagai diri mereka sendiri. Dan acara gathering ini rutin dari wavegame, agar para player ini bisa bertemu," sambung Putri menambahkan.


Uniknya, kata dia, dalam gathering ini akan dilakukan pula lelang item, yakni barang-barang yang ada dalam game akan dilelang kepada para player, dan hal ini jarang sekali terjadi.


Pada bagian lain, sempat disinggung sebuah masalah nasional yang timbul akibat eksistensi sebuah game online baru-baru ini, hingga Majelis Ulama Indonesia (MUI) turun tangan memberikan fatwa haram, dan pemerintah juga melalui Kementerian Kominfo bersiap menempuh langkah-langkah pembredelan.


Menurut Putri, setiap game itu tidak ada masalahnya. Justru titik beratnya adalah kepada player. Maksudnya, bagaimana cara player menanggapi game yang dimainkannya. Dengan kata lain, perlu kedewasaan berpikir juga dalam bermain game, sehingga player dapat memahami, bahwa yang terjadi di dalam game adalah hanya di dunia game itu saja. Diluar itu, adalah dunia nyata, yang tidak bisa disatukan dengan dunia game yang fana.


"Dalam bermain game, seorang player harus bisa mengontrol diri ya. Dan harus bisa berpikir secara jernih apakah game ini bisa diterapokan dalam kehidupan nyata atau tidak. Jadi be a smart player, be a smart gamers, jadi tidak asal main game, kalian harus menilai mana yang benar untuk kehidupan nyata kalian sendiri," paparnya.


Video : Miechell/Beritahati