Beritahati.com, Jakarta - Developer game online ternama asal Surabaya yang sudah eksis sejak tahun 2007, yakni Wavegame, menggelar Media and Community Gathering Wavegame, di Bandar Djakarta Resto, Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara, Jumat (12/4/2019).


Sebelumnya, Wavegame Community Manager, Putri PW menyatakan, gathering adalah sebagai media untuk mempersatukan para gamers di dunia nyata, karena biasanya setiap hari hanya berinteraksi di dunia maya atau dunia game.


"Jadi dalam media and community gathering wavegame di bandar djakarta resto ini kami ingin mempersatukan para players dari berbagai game yang dipublikasi oleh perusahaan wavegame," sebut Putri kepada wartawan, di Bandar Djakarta Resto, Taman Ria Ancol, Jakarta Utara, Jumat (12/4/2019).


Selain itu, ada hal yang dipertanyakan wartawan mengenai bermain game, khususnya, apakah dengan bermain game bisa menghasilkan uang? Layaknya bekerja setiap hari dan terima gaji di penghujung bulan. Lalu apa jawaban Putri?


Berdasarkan informasi yang kami kumpulkan, ada fenomena joki di dunia game. Maksudnya joki di sini adalah adalah, seorang pemilik karakter dalam game tertentu akan membayar orang lain untuk memainkan karakternya sampai level tertentu. Perjanjian mengenai besarnya bayaran adalah urusan antara pemilik karakter dengan joki bersangkutan. Bocoran dari salah satu player yang juga kerap merangkap joki, untuk level rendah sampai pertengahan, semisal level 190, seorang joki biasa mematok harga hingga Rp 500 ribu, diluar kalung aegis dan item-item leveling lainnya. Dan harga itu sudah include sewa warnet dan lain sebagainya, artinya bersih diterima oleh joki sejumlah itu.



Jika sudah level 190, dan beranjak ke level tinggi hingga di atas 210, ada yang mematok Rp 150-200 ribu per level, karena biasanya pada level tinggi akan sulit sekali experience-nya. Dan hal itu sangat merugikan bagi joki jika mematok harga borongan. Intinya, Rp 100 ribu per level, tidak include bayar warnet dan item-item leveling lainnya. Dan seorang gamers profesional biasanya akan menyanggupi harga tersebut.


Khususnya untuk Ranonline, hal ini sudah berlangsung sejak lama, namun ada perbedaan jika bermain di server private (bukan official) karena pastinya dalam private server tidak bisa menjadi joki lagi, karena naik level itu semudah membalikkan telapak tangan.


"Pada kenyataannya, ada sebagian orang bermain game untuk jasa. Ada namanya jasa joki, gitu ya, mereka bermain player sampai level tinggi gitu, dan ada orang yang mau membayar orang lain utnuk memainkan karakternya itu. Itu bisa jadi pemasukan uang. Lalu ada lagi setelah levelnya tinggi, karakter game-nya dijual. Jadi akunnya itu dijual, dan itu ada (terjadi). Jadi selain untuk entertain, bisa juga jadi sumber uang bagi sebagian orang, buat bisnis ibaratnya, gitu," terang Putri.


Video : Miechell/Beritahati