Beritahati.com, Jakarta - Berjalan kaki dengan cara yang benar dapat membuat Anda lebih sehat dan tentunya laju berjalan bisa lebih cepat. Sebaliknya, cara berjalan kaki yang keliru justru akan membuat Anda mengalami cedera dan malu karena terjatuh.


Di bawah ini Anda dapat melihat 10 kesalahan berjalan yang sering terjadi. Ini perlu dihindari agar kehidupan ini lebih baik dan sehat selamanya.


Overstriding


Saat seseorang mencoba untuk berjalan lebih cepat, hal yang paling sering dilakukan adalah dengan melangkahkan kaki lebih lebar. Hal ini dapat menyulitkan bagi kaki Anda. akibatnya, betis dan tulang kering Anda justru akan terasa nyeri dan Anda pun tidak berjalan dengan lebih cepat.


Untuk mencegah Anda melakukan kesalahan di atas, cobalah melangkah lebih pendek tetapi dengan gerakan yang lebih cepat.


Salah Pilih Sepatu


Ketahuilah bahwa tidak semua sepatu itu cocok untuk berjalan. Ada beberapa sifat sepatu yang perlu dihindari jika tidak ingin mengalami fasciitis plantaris, otot tertarik, dan gangguan lutut.


Berat : Sepatu berjalan harus merupakan sepatu yang ringan tetapi tetap memiliki bantalan dan penyangga yang tepat


Kaku : Jika alas sepatu Anda tidak dapat menekuk, bahkan setelah Anda memaksa menekuknya, maka hal ini menandakan bahwa sepatu Anda terlalu kaku untuk dijadikan sebagai sepatu olahraga. Sepatu berjalan harus fleksibel sehingga kaki Anda tidak perlu "bertengkar" dengannya saat Anda berjalan


Berusia lebih dari 1 tahun : Bantalan dan penyangga pada sepatu Anda akan berkurang seiring dengan berlalunya waktu. Oleh karena itu, gantilah sepatu Anda bila Anda telah menggunakannya sejauh 800 km.


Terlalu kecil : Karena kaki Anda membengkak saat Anda terus berjalan, maka sepatu berjalan Anda seharusnya berukuran lebih besar daripada sepatu Anda yang lain, terutama bila Anda menggunakannya untuk berjalan selama 30 menit atau lebih.


Walking Flat-Footed


Bukannya bergerak memutar dengan menggunakan tumit dan jari kaki Anda, Anda justru berjalan dengan telapak kaki Anda. Hal ini dapat disebabkan oleh Anda terlalu kaku, menggunakan sepatu yang terlalu berat, atau karena otot betis Anda terlalu lemah.


Gejala yang biasa ditemukan adalah :


Terdengar suara keras saat Anda melangkah
Mengalami nyeri betis, terutama di sekitar tulang kering
Untuk mengatasinya, pilihlah sepatu yang fleksibel, dengan hak sepatu yang rendah.


Tidak Menggerakkan Tangan


Saat Anda berjalan atau berlari, tidak menggerakan tangan atau menggerakkan tangan tanpa menekuknya merupakan suatu kesalahan.


Menggerakkan tangan saat berjalan merupakan hal yang terjadi tanpa Anda sadari untuk mengimbangi gerakan kaki Anda. Akan tetapi, bila Anda memaksakan tangan Anda untuk tidak bergerak, maka hal ini justru akan memperlambat langkah kaki Anda. Anda dapat menambah kecepatan berjalan Anda dengan menggunakan lengan Anda dengan benar dan alami, yaitu dengan menekuknya dan membiarkan mereka berayun ke depan dan belakang secara alami saat Anda berjalan.


Terlalu Banyak Menggerakan Tangan


Memang benar bahwa tidak menggerakan tangan saat berjalan merupakan suatu kesalahan, akan tetapi menggerakkan tangan terlalu banyak atau dengan cara yang salah juga merupakan suatu kesalahan.


Ada 3 kesalahan pergerakan tangan yang mungkin terjadi saat seseorang berjalan seperti :


Straight flapping atau paddling arms : Anda tidak menekuk siku Anda, lengan Anda bergerak lurus seperti halnya burung atau perenang atau tetap berada di sisi tubuh Anda seperti penguin saat berjalan.


Chicken winging : Anda memang menekuk siku Anda, tetapi Anda menggerakkannya ke kanan dan ke kiri, bukannya ke depan belakang.


High hands : Tinju Anda bergerak terlalu tinggi, melebihi dada Anda atau bahkan dagu Anda atau mengancam hidung Anda


Untuk mengatasinya, pastikan siku Anda berada di dekat tubuh Anda dan gerakkanlah tangan Anda ke depan dan belakang. Dan saat tangan Anda bergerak ke depan, pastikan tangan Anda tidak melewati bagian tengah tubuh Anda dan tidak lebih tinggi daripada dada Anda.


Dengan melakukan gerakan tangan yang benar, Anda pun dapat berjalan dengan lebih baik dan lebih cepat.


Berjalan Dengan Kepala Tertunduk ke Bawah


Berjalan dengan kepala tertunduk ke bawah atau sambil melihat telepon genggam tidak hanya berbahaya karena Anda dapat menabrak sesuatu yang ada di hadapan Anda, tetapi juga dapat memicu terjadinya nyeri pinggang, bahu, dan leher.


Oleh karena itu, pastikan Anda mengangkat kepala Anda saat berjalan. Fokuskan pandangan mata Anda ke depan saat berjalan.


Leaning


Condong ke depan lebih dari 5 derajat atau condong ke belakang saat berjalan dapat memicu terjadinya nyeri pinggang dan memperlambat langkah Anda.


Salah Pilih Baju


Pakaian juga perlu diperhatikan saat Anda berjalan. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa kesalahan pemilihan pakaian yang biasa dilakukan oleh seseorang saat berjalan kaki :


Menggunakan terlalu banyak atau terlalu sedikit baju.
Berjalan dengan pakaian berwarna gelap di malam hari.
Tidak menggunakan topi.
Menggunakan sepatu yang tidak nyaman dan pakaian kerja.
Untuk berjalan dengan nyaman, gunakanlah beberapa lapis pakaian. Lapis pertama adalah pakaian yang terbuat dari kain (polypropylene), yang dapat menyerap keringat dan menguapkannya, bukan katun (yang memang menyerap keringat tetapi menjaganya tetap ada di dalam kain).


Lapisan kedua adalah kaos atau sweater yang mudah dilepas. Lapisan ketiga adalah jaket yang bersifat windproof dan waterproof.


Kurang Minum


Anda tidak minum cukup air putih sebelum, selama, dan setelah berjalan kaki. Minumlah segelas air putih setiap jam di sepanjang hari untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi. Sepuluh menit sebelum mulai berjalan, minumlah segelas air putih.


Saat Anda berjalan, minumlah segelas air putih atau lebih setiap 20 menit. Setelah Anda selesai berjalan kaki, minumlah 1-2 gelas air putih.


Jangan mengkonsumsi minuman berkafein saat Anda berjalan karena justru akan membuat tubuh Anda kehilangan cairan, membuat Anda merasa lebih haus.


Jika Anda berjalan selama lebih dari 2 jam atau berjalan jauh, konsumsilah minuman yang mengandung elektrolit dan minumlah saat haus. Jangan hanya mengkonsumsi air putih.


Overtraining dan Not Crosstraining


Jika Anda merasa lelah, mudah marah, dan mengalami nyeri otot di beberapa bagian tubuh saat berjalan kaki, maka Anda mungkin melakukannya dengan cara yang salah atau berlebihan.


Untuk mengatasinya, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan seperti :


Istirahatlah : Bila Anda mengalami berbagai keluhan di atas, berhentilah berolahraga setidaknya 1 kali seminggu. Waktu istirahat ini membuat tubuh Anda memiliki cukup waktu untuk memperbaiki dirinya, membentuk otot dan pembuluh darah, dan menyimpan cadangan energi bagi kegiatan olahraga di keesokan hari.


Tidur yang cukup : Kombinasikan olahraga berjalan Anda dengan bersepeda, squat, atau lunges untuk membentuk tidak hanya otot belakang (betis, otot paha belakang, dan otot bokong) tetapi juga otot depan.


Jika Anda tidak dapat beristirahat dari olahraga, gantilah jenis olahraga Anda setidaknya sehari dalam seminggu, misalnya pilihlah olahraga yoga atau angkat beban yang melatih tubuh bagian atas.