Beritahati.com, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan perkembangan Nilai ekspor Indonesia sepanjang Maret 2019 mengalami kenaikan sebesar 11,71 persen jika dibandingkan Februari 2019 silam. Demikian menurut keterangan yang disampaikan Kepala BPS Pusat Suhariyanto saat jumpa pers di Kantior Pusat BPS, Jalan Dr. Soetomo, Pasar Baru, Jakarta Pusat, Senin (15/4/2019).


Sementara itu, Nilai Ekspor Indonesia secara tahunan atau Year on Year (YoY) Maret 2019 mengalami penurunan sebesar 10,01 persen jika dibandingkan tahun sebelumnya atau Maret 2018.


Menurut Suhariyanto, jumlah total Nilai Ekspor Indonesia secara bulanan atau Month to Month (MtM) sepanjang Maret 2019 menyentuh angka 14,03 miliar Dolar Amerika (USD).



“Nilai Ekspor Indonesia sepanjang Maret US$ 14,03 miliar atau mengalami peninkatan sebesar 11,71 persen jika dibandingkan dengan Februari 2019, meningkat 11,71% Month to Month,” jelasnya di Jakarta, Senin (15/4/2019).


Suhariyanto menuturkan, peningkatan Nilai Ekspor Indonesia Maret 2019 disebabkan adanya kenaikan ekspor non migas sebesar 13 persen, sedangkan ekspor migas mengalami penurunan sebesar 15,7 persen. Sementara itu ekspor minyak mentahnya justru turun, sedangkan ekspor nilai gasnya mengalami kenaikan.


Suhariyanto menambahkan, sejak Februari 2018 hingga 2019, harga minyak mentah mengalami sedikit penurunan. Sedangkan ekspor komoditas, ada yang naik namun ada yang turun, yang naik adalah sektor pertanian sebesar 15,91 persen.


“Sementara itu beberapa komoditas ekspor yang naik adalah tanaman obat, rumput laut, mutiara dan hasil hutan yang bukan kayu,” pungkas Suhariyanto.