Beritahati.com, Bantul - Memasuki masa tenang Pencoblosan Pemilu pada 17 April 2019 mendatang, sesuai aturan KPU, semua Alat Peraga Kampanye (APK) harus bersih dan pembersihan APK dilakukan oleh peserta pemilu sendiri. Namun dari pantauan di lapangan, masih banyak APK calon legislatif, calon DPD, capres-cawapres terpasang di ruas jalan utama Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Lalu apa langkah Bawaslu Kabupaten Bantul?


Anggota Bawaslu Kabupaten Bantul, Supardi mengatakan, pembersihan APK sesuai aturan KPU adalah kewajiban peserta pemilu sendiri. Namun demikian, jika masih ada yang membandel, nanti Bawaslu bersama Polri dan SatpolPP yang akan melakukannya.


"Kita sudah sepakat dengan Satpol PP dan polisi akan melakukan pembersihan APK yang belum dibersihkan oleh peserta pemilu pada Senin (15/4)," kata Supardi, Minggu (14/4/2019).


Dirinya lanjut menuturkan, masih banyaknya APK yang terpasang diduga kuat karena memang tidak ada sanksi pidana seperti dicoret sebagai peserta pemilu, peserta Pemilu cenderung memandang remeh aturan itu.


"Itu aturan hanya berupa himbauan, tak ada unsur pidananya, jadi susah," ujarnya.


Supardi lantas memberi masukan, Pemilu yang akan datang, aturan seharusnya diikuti sanksi pidana, terutama terkait pelanggaran krusial.


"Sekarang kita hanya punya aturan mengumumkan siapa peserta pemilu paling banyak melanggar aturan kepada publik. Sebatas itu saja sanksinya saat ini," pungkasnya.‎