Beritahati.com, Makassar - Direktorat Reserse Narkoba Polda Sulsel memusnahkan 11,1 kilogram narkoba jenis sabu yang disita pada periode Maret dan April 2019. Sebanyak 8 kilogram di antaranya berasal dari Filipina.


Direktur Reserse Narkoba Polda Sulsel Kombes Pol Hermawan mengungkapkan sabu yang berasal dari Filipina itu awalnya diamankan di Kabupaten Pinrang. Saat itu polisi menemukan 1 kilogram sabu. Setelah dilakukan pengembangan, polisi menemukan 7 kilogram sabu lainnya di Kabupaten Sidrap.


"Khususnya yang 8 kg itu langsung di bawah kendali orang Filipina yang ada di Malaysia," kata Hermawan di Makassar, Kamis, 25 April 2019.


Dua terdangka yang membawa narkoba ini telah diamankan. Mereka adalah AR (37) dan HP (45). Keduanya sempat tinggal di Malaysia dan berhububgan dengan pengendali narkoba asal Filipina tersebut.


Kedua pengedar itu, kata dia, masuk melalui Kalimantan kemudian melalui jalur laut ke Palu, Sulawesi Tengah. Di sana, sabu dikemas ulang lalu dibawa ke Sulawesi Selatan dengan menggunakam mobil.


"Ini terkait sama jaringan internasional. Kita lagi mengidentifikasi orang Filipina itu karena mereka (pengedar) hanya saling mengetahui lewat suara," ungkap Hermawan.


Ia juga mengakui para bandar narkoba masih menggunakan pola pengedaran lama. Yakni dengan cara merekrut pengedar yang baru.


"Jadi hampir rata-rata jaringan narkoba itu terputus jadi antara satu sama lain itu tidak saling kenal," tuturnya.


Pemusnahan barang bukti narkoba di Polda Sulsel ini berdasarkan Pasal 101 UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dan Pasal 21 Peraturan Kepala Kepolisian Negara RI nomor 10 tahun 2018 tentang tata cara pengelolaan barang bukti serta pasal 45 ayat (4) Undang-undang Nomor 8 tahun 1981 Tentang Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (Kuhap).