Beritahati.com, Surabaya - Ketua Komisi B DPRD JatimAchmad Firdaus mengatakan saat ini di Jatim mengalami krisis bawang putih sehingga berdampak Pemprov mendatangkan 84 ribu ton bawang putih dari Tiongkok.


" Cuma ada beberapa daerah di Jatim penghasil bawang putih. Itupun tak banyak karena tak ada lahan untuk pengembangan komoditi bawang putih ini, " ungkapnya saat dikonfirmasi di Surabaya, selasa (30/4/2019) kemarin.


Politisi asal Partai Gerindra ini mengatakan agar tak ketergantungan terhadap impor bawang putih dari Tiongkok, pihaknya berharap masing-masing dinas terkait bersinergi untuk pengadaan lahan untuk pengembangan lahan bawang putih.


" Disperindag dan Distan (Dinas Pertanian) bisa sinergi untuk atasi masalah ini," jelasnya.


Sekedar diketahui, Pemerintah Provinsi Jawa Timur ( Pemprov Jatim) akan mendatangkan bawang putih dari China untuk mencukupi kebutuhan masyarakat pada Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah. Masuknya impor bawah putih dari China itu, bersamaan dengan impor bawang putih yang dilakukan pemerintah Indonesia.


Total 115 ribu ton bawang putih akan tiba di Indonesia melalui tiga pelabuhan. Masing-masing, Tanjung Perak Surabaya sebanyak 84 ribu ton, Tanjung Priok Jakarta 25 ribu ton dan sekitar empat ton melalui Belawan Sumatera Utara.