Beritahati.com, Bogor - 7 Mei 2019 kemarin Presiden Jokowi menggelar buka puasa dengan pimpinan lembaga tinggi negara di Istana Negara. Dalam acara ini, Presiden Jokowi menegaskan bahwa pemerintah memiliki tekad dan keseriusan untuk mewujudkan wacana pemindahan ibu kota. Wacana tersebut sebelumnya telah dicetuskan sejak era presiden pertama Republik Indonesia.
Kita serius dalam hal ini karena sejak 3 tahun yang lalu sebetulnya telah kita bahas internal.


Acara ini juga dihadiri Wapres Jusuf Kalla, Ketua MPR , Ketua DPR RI, Ketua DPDRI Ketua Mahkamah Konstitusi. Juga hadir antara lain Ketua KomisiYudisial Jaja Ahmad Jayus, Wakil Ketua Mahkamah Agung Bidang Yudisial M Syarifuddin, Wakil Ketua DPR_RI Fahrihamzah dan Wakil Ketua bpkri Bahrullah Akbar.


Presiden Jokowi juga menjelaskan ke para pimpinan lembaga tinggi negara apa yang telah dilakukan pemerintah untuk menjalankan wacana pemindahan ibu kota.

Presiden Jokowi: Kami sudah menyiapkan ada tiga alternatif daerah yang sudah menyiapkan lahannya. Ada yang 80.000 hektare, ada yang sudah menyiapkan 120.000 hektare. Ada juga yang 300.000 hektare yang telah disediakan meskipun belum kita putuskan yang mana yang ingin kita pakai.


DKI Jakarta sebagai ibu kota negara memiliki wilayah seluas 66.000 hektare. Sehingga lahan yang kini disiapkan di tiga alternatif daerah dirasa sudah lebih dari cukup untuk membangun sebuah kota yang dikhususkan bagi urusan pemerintahan .
Apa yang sudah tersedia ini lebih dari cukup kalau hanya dipakai sebagai ibu kota pemerintahan. Artinya ini tinggal memutuskan.


Dalam kesempatan ini, Presiden jokowi menjelaskan bahwa sebaran penduduk di Indonesia saat ini terpusat hanya di Pulau Jawa. Tercatat sekira 57 persen jumlah keseluruhan penduduk Indonesia berada di Pulau Jawa.Adapun Pulau Sumatera didiami oleh kurang lebih 21 persen total penduduk. Sementara sisanya tersebar di pulau-pulau lainnya.