Beritahati.com, Yogyakarta - Pekan pertama ramadhan merupakan waktu paceklik bagi pedagang ikan Pasar Pantai Depok, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).


Bersamaan dengan itu, ratusan pemilik rumah makan seafood juga harus gigit jari karena mengalami penurunan tamu cukup drastis.


Riyadi, salah satu pedagang pasar ikan Pantai Depok mengatakan, jika pada hari biasa atau libur akhir pekan jumlah pedagangnya mencapai 28 orang, untuk bulan puasa pedagang ikan aktif hanya tersisa belasan orang saja.


"Meski hanya ada belasan pedagang ikan tak semua dagangan ikan laku dijual," ungkapnya, Kamis (9/5/2019).


Ikan yang biasa dijual oleh para pedagang ikan juga tidak lengkap jenisnya dan hanya menjual yang sering dikonsumsi saja. Stok ikan juga hanya sepertiga dari hari biasanya.


"Dagangan hanya jenis ikan cakalang, udang dan cumi-cumi. Karena itu yang paling banyak dibeli konsumen," ujarnya.


Disaat bulan ramadhan, wisatawan yang membeli dagangan ikan mulai ramai pada sore hari jelang buka puasa. Sedangkan pagi hingga siang hari sama sekali tidak ada pembeli.


"Biasanya para pedagang ikan juga baru buka lapak sekitar pukul 15.00 WIB," bebernya.


Sementara itu, Marni pemilik warung seafood Salsabila di Pantai Depok mengatakan, pesanan olahan ikan mulai ramai untuk berbuka puasa ketika ramadhan sudah dua pekan berjalan.


"Kalau awal pekan ramadhan, praktis tidak ada yang pesan untuk buka bersama apalagi sahur," ujarnya.


Kondisi ini memang terjadi setiap kali bulan ramadhan tiba dan dipastikan banyak pegawai rumah makan seafood dirumahkan sementara waktu. Tapi mereka masuk kembali saat keadaan sudah ramai (di atas pekan ketiga ramadhan).


"Mulai agak ramai satu pekan jelang Lebaran dan semakin membludak saat libur lebaran," tuturnya.


Pemilik rumah makan terkadang diuntungkan dengan wisatawan yang melakukan ngabuburit di pantai dan kemudian berbuka puasa di rumah makan seafood.


"Biasanya yang mendapat keuntungan itu adalah rumah makan seafood yang berada di pinggir pantai," imbuhnya.