Beritahati.com, Jakarta - Setiap daerah pasti mempunyai makanan, atau kue khas tradisional,terkadang makanan khas berbuka puasa. Makanan khas berbuka puasa ini , hanya bisa ditemui di saat-saat tertentu saja. Ini makanan khas Banten yang hanya keluar di saat ramadhan.


Apem Cimanuk Bohay dari Pandeglang Banten


Di kabupaten Pandeglang Banten, ada makanan khas Banten, yang hanya di jajakan pada bulan ramadhan saja. Kue yang terbuat dari tepung beras dan tape ini, biasa di sebut dengan apem putih, atau lebih di kenal dengan Apem Cimanuk.


Kue yang biasa dijadikan makanan khas Banten di saat berbuka puasa ini, sangat mudah di dapatkan saat bulan ramadhan, namun sangat susah di temui, di luar bulan ramadhan.


Salah satu apem putih yang cukup dikenal, yakni apem Cimanuk bohay, yang beralamat di Desa Kadu Bumbang, Kecamatan Cimanuk, Pandeglang Banten. Untuk menjaga kualitas dan rasa apem putih, beras apem bohay digiling sendiri untuk dijadikan tepung, yang merupakan bahan baku kue tersebut.


Selain tepung beras, apem putih, atau yang lebih di kenal dengan Apem Cimanuk ini, dicampur dengan tape. setelah disatukan, adonan tersebut, didiamkan selama satu malam, agar adonan mengembang.


Proses memasaknya ternyata tidaklah susah, setelah dimasukan ke dalam cetakan yang terbuat dari daun pisang, adonan tersebut kemudian dikukus, selama setengah jam.


Dalam bulan ramadhan seperti sekarang ini, Mahfud, pembuat apem bohay, mengaku telah memproduksi apem putih sejak lebih dari tiga puluh tahun lalu ini, bisa menghabiskan sekitar empat puluh kilogram beras, dan dua puluh lima kilogram tape, setiap harinya.


Untuk memasarkan apem miliknya, Mahfudyang mendapat keahlian membuat apem dari orang tuanya ini, tidak perlu kerepotan, karena setiap hari, apem produksiya selalu habis oleh pemesan yang datang ke tempat ini. Untuk memenuhi pesanan tersebut, Mahmud dibantu oleh tujuh karyawan, yang semuanya merupakan keluarganya.


Salah seorang pembeli mengaku, apem bohay yang diproduksi oleh Mahmud ini beda dengan yang lain. Selain karena rasanya yang enak, ukuran apem pun cukup besar."Namun soal ukuran sih saya tergantung pemesan, bisa kecil bisa besar. Pemesan juga bisa minta yang lembut atau yang kenyal. Soal nama bohar, mungkin karena yang membuatnya bohay-bohay,"kata Mahfud bercanda.


Menyantap apem putih Khas Pandeglang ini, berbeda dengan apem di daerah lainnya. Apem dicocol dengan cairan gula yang terbuta dari gula aren. Kalau mau, saat membuah sirup gula merah ini ditambahkan sedikit santan dan potongan daun pandan.


Bagi orang Pandeglang, tak lengkap berbuka tanpa kehadiran apem Cimanuk ini.


Jika anda kebetulan sedang melintas di Jalan Raya Cimanuk, tepatnya di depan Pasar Cimanuk, Pandeglang Banten, di saat bulan ramadhan, pasti anda akan melihat sejumlah lapak baru yang disana dijual jenis-jenis apem Cimanuk Khas Pandeglang, karena kue apem ini yang hanya bisa ditemui di bulan ramadhan saja. Namun kini apem Cimanuk sebagai makanan khas Banten juga dijual di Pasar-pasar Tradisional di Pandeglang, Serang atau Cilegon.