Beritahati.com, Jakarta - Kurma medjool asal Maroko menawarkan rasa yang lebih manis dengan tekstur lembut melebihi kurma lainnya. Selain tinggi serat, jenis kurma ono kerap dimanfaatkan sebagai pemanis alami di negara asalnya.


Ada banyak sekali jenis kurma yang tersedia di seluruh dunia. Namun, kurma medjool berukuran lebih besar dan dapat dinikmati tanpa harus melewati proses pengeringan. Tak heran, kemudian banyak yang menyebutnya sebagai si ‘Raja Kurma’.


Kurma medjool berwarna cokelat tua dengan rasa yang mirip seperti karamel. Walaupun sudah dikeringkan, ketika menggigitnya, Anda akan menemukan bagian daging kurma yang lembap dan tebal. Selain populer karena rasanya yang nikmat dan terasa lembut di mulut, kurma medjool juga dianggap paling baik bagi kesehatan.


Diklaim lebih baik dari jenis kurma lainnya


Menurut Annie Price, ahli kesehatan holistik dari situs dr.axe.com, kurma medjool adalah pilihan terbaik bagi Anda yang ingin mempertahankan kadar kolesterol tetap aman. Makan kurma jenis ini dapat menurunkan kolesterol jahat secara alami dan signifikan.


“Kolesterol LDL atau kolesterol jahat merupakan faktor utama penyebab serangan jantung, penyakit jantung dan stroke. Sehingga, kurma medjool juga merupakan makanan yang sehat bagi jantung,” jelasnya.


Faktanya, sebuah penelitian yang dilakukan di Israel menemukan bahwa kurma medjool mampu menghambat oksidasi kolesterol jahat, sehingga menyehatkan tubuh.


Selain itu, sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Agriculture and Food Chemistry menyatakan kurma medjool tinggi antioksidan yang dapat mengurangi kadar trigliserida darah hingga 8 persen.


Trigliserida adalah jenis lemak yang ditemukan darah. Kadarnya yang tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Sehingga, amat penting untuk mempertahankan trigliserida pada tingkat normal, yakni kurang dari 150 miligram per desiliter.


Dalam hal nutrisi, kurma medjool sebenarnya mirip dengan kurma deglet noor yang umum dikonsumsi orang. Namun, kandungan serat pada kurma medjool lebih tinggi, lebih sedikit mengandung beta-karoten, serta lebih banyak lutein, lemak dan protein.


Dilansir dari Organic Facts, mineral penting seperti tembaga juga ditemukan dalam kadar yang tinggi pada kurma medjool. Dengan demikian, tubuh lebih mudah menyerap zat besi dan menghasilkan energi. Hal ini disampaikan oleh Praveen Kumar Vayalile dari University of Alabama, Birmingham.