Beritahati.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini meresmikan peluncuran Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia (MEKSI) 2019-2024. Launching perjalanan pengembangan ekonomi syariah merupakan jawaban ihwal tantangan pertumbuhan ekonomi nasional.


Pantauan Beritahati dari lokasi, agenda peluncuran tersebut rencananya berlangsung di Aula Djunaedi Hadisumarto, Kementerian PPN/Bappenas, Jalan Taman Suropati Nomor 2, Jakarta Pusat, Selasa (14/5/2019).


Dalam kesempatan ini, Presiden Jokowi yang kebetulan sebagai Ketua Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) dijadwalkan tiba di lokasi sekitar pukul 15.30 WIB, didampingi Wapres Jusuf Kalla (JK).


Sejumlah menteri dijadwalkan hadir seperti Menko Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri BUMN Rini Soemarno dan Menteri UMKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga.


Tamu undangan lainnnya yang dijadwalkan hadir yakni Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, Ketua Dewan Komisioner LPS Halim Alamsyah, Ketua Umum MUI Maruf Amin, serta Direktur Eksekutif KNKS beserta jajarannya.


Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro sekaligus Sekretaris Dewan Pengarah Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) saat menggelar acara jumpa pers mengatakan, pengembangan ekonomi syariah harus melibatkan berbagai sektor lainnya sebagai suatu integrasi sistem ekonomi berlandaskan syariah.


Menurut Bambang, pertumbuhan yang berlangsung pada sektor ini dinilai perlu memiliki dampak langsung dan signifikan pada pertumbuhan sektor riil, yang secara fundamental menjadi fokus utama dalam sistem ekonomi Islam.


“Saya harap MEKSI 2019-2024 ini dapat dijadikan rujukan bersama dalam mengembangkan ekonomi syariah Indonesia, yang kemudian dapat diturunkan menjadi program kerja implementatif pemerintah,” kata Bambang dalam konferensi pers di Ruang Rapat Djuanedi Hadisumarto Gedung Saleh Afif, Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, Selasa, (14/5/2019).


Dirinya melanjutkan, penyusunan MEKSI 2019-2024 terutama rancangan kebijakan dan strategi dikembangkan benar-benar mendorong perkuatan ekonomi syariah di Indonesia. Pemerintah telah berkoordinasi dengan regulator baik di level K/L maupun independen, dan juga menerima masukan dari praktisi sektor industri, akademisi, asosiasi, dan berbagai pihak lainnya.


Pemerintah juga telah melakukan kunjungan ke berbagai daerah untuk memperoleh gambaran nyata akan kondisi ekonomi syariah yang ada saat ini di dalam negeri.


Visi besar yang dibangun dalam masterplan ini adalah mencapai 'Indonesia yang Mandiri, Makmur, dan Madani dengan Menjadi Pusat Ekonomi Syariah Terkemuka Dunia'.


"Dengan Meksi 2019-2024 ini, saya harap pemerintah dan semua pihak memiliki semangat yang sama dalam mengimplementasikan rekomendasi strategi kebijakan pengembangan ekonomi syariah di Indonesia untuk mencapai visi yang telah ditetapkan,” kata Bambang.


KNKS mempunyai tugas mempercepat, memperluas, dan memajukan pengembangan keuangan syariah dalam rangka mendukung pembangunan ekonomi nasional. KNKS juga berfungsi sebagai katalisator pengembangan ekonomi dan keuangan syariah untuk skala nasional maupun internasional.


Peran KNKS fokus menyamakan persepsi dan mewujudkan sinergi antara regulator, pemerintah, dan industri terkait ekonomi dan keuangan syariah guna menciptakan sistem ekonomi syariah yang selaras dan progresif untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia.


Pencanangan titik awal untuk memposisikan Indonesia sebagai salah satu pelaku utama dan hub ekonomi syariah dunia dilakukan seiring dengan peluncuran Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia pada Mei 2019. Pencanangan ini mempunyai visi untuk menjadikan Indonesia sebagai pemain utama pasar global ekonomi syariah dunia di 2024.


Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro saat jumpa pers di Jakarta